BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 29 Nov 2023 14:46 WIB ·

Brand Asing Salurkan Donasi untuk Palestina, Aksi Nyata atau Gimmick untuk Meredakan Boikot?


 Brand Asing Salurkan Donasi untuk Palestina, Aksi Nyata atau Gimmick untuk Meredakan Boikot? Perbesar

Beberapa perusahaan yang sebelumnya menjadi target boikot masyarakat Indonesia karena dianggap bersimpati atau mendukung Zionis Israel, kini terlihat berupaya meredakan tekanan dengan menyumbangkan donasi untuk Palestina. Aksi ini, bagaimanapun, mendapat kritik dari Koordinator Nasional Gerakan Afirmasi Ekonomi Produk Indonesia (GAEPI), Arisakti Prihatwono.

Menurut Arisakti, aksi donasi ini tidak diiringi dengan kesadaran terhadap sensitivitas isu Palestina dan tidak memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal. Ia menganggapnya sebagai gimmick artifisial untuk menghindari dampak dari gerakan boikot. “Brand asing seharusnya tidak hanya berfokus pada meredakan tekanan, tetapi juga memahami dan mendukung isu yang sensitif ini dengan tindakan yang substansial,” ujar Arisakti pada Rabu (29/11).

Arisakti menyebut bahwa gerakan boikot anti-Zionis Israel telah memberikan dampak nyata pada penjualan dan permintaan harian, mingguan, dan bulanan dari produsen asing. “Para brand asing mulai merasakan tekanan dari masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan isu Palestina,” katanya.

Namun, Arisakti menyoroti bahwa respons dari brand asing masih terlihat arogan, ignoran, dan insensitif terhadap isu Palestina. Beberapa pernyataan dan rilis pers dari produsen asing dianggapnya sebagai upaya untuk menghindari tanggung jawab dengan argumen yang ambigu atau menyalahkan publik.

“Para produsen asing seharusnya tidak meremehkan sikap konsumen Indonesia yang selama ini setia kepada produk dan jasa mereka. Aksi donasi yang mereka lakukan terkesan sebagai strategi untuk meredakan tekanan, bukan sebagai komitmen nyata terhadap isu kemanusiaan,” tambahnya.

Arisakti juga mengkritisi beberapa “pernyataan donasi” yang tidak disertai dengan bukti penyerahan dan distribusi. Ia menekankan perlunya transparansi dalam penyaluran donasi agar masyarakat dapat memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar mencapai tujuan yang ditentukan.

Sementara itu, Arisakti mendorong masyarakat Indonesia untuk terus melanjutkan aksi boikot terhadap brand asing yang dinilai bersimpati atau mendukung Zionis Israel. Ia menekankan bahwa konflik di Palestina masih berlanjut, dan aksi boikot telah terbukti mampu mengangkat permintaan terhadap produk atau merek lokal Indonesia.

Dia mengingatkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menginisiasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk memajukan produk-produk lokal. Arisakti berpendapat bahwa dukungan terhadap gerakan boikot merupakan langkah positif untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik dan global.

“Dengan melanjutkan aksi boikot produk asing, kita dapat memberikan dukungan jangka panjang bagi para local champion, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” tandas Arisakti.

Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru