BEKASIMEDIA.COM – Pada Senin (06/11) tim Jamkesnews diberi kesempatan untuk berbincang dengan Puteri Awalia (28). Puteri merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) yang sejak tahun 2021 didiagnosa menderita Autoimmune Hemolytic Anemia. Ia menceritakan bahwa Autoimmune Hemolytic Anemia atau yang dikenal dengan AIHA adalah sebuah kelainan pada sel darah merah yang ditandai dengan kerusakan eritrosit oleh autoantibodi dalam tubuh pasien. Kondisi pasien yang mengidap Autoimmune Hemolytic Anemia jarang menunjukkan gejala pada awal perkembangan penyakitnya, biasanya gejala akan dialami pada saat penyakit sudah berkembang lebih serius, itulah yang dirasakan oleh Puteri.
Awalnya ia mengalami kelelahan secara terus menerus, kemudian kulitnya berubah menjadi lebih pucat, peningkatan detak jantung yang menjadi lebih cepat, beberapa bagian tubuh berubah menjadi kekuningan, nyeri otot, sakit kepala, diare, dan mual hingga muntah. Tidak hanya itu, berat badan dan hemoglobin dalam darah Puteri pun turun secara drastis, sehingga dia harus melakukan transfusi darah dan menjalani beberapa rangkaian tes pemeriksaan kesehatan. Menjalani pengobatan yang panjang sejak tahun 2021, Puteri tidak pernah patah semangat karena semua pengobatannya dijamin oleh Program JKN.
“Pada awalnya, saya merasa sering kelelahan, warna kulit saya berubah, detak jantung menjadi lebih cepat, lalu sering merasa nyeri dan dalam waktu yang sangat singkat berat badan saya turun drastis, sampai dengan 15 kg dalam waktu dua minggu. Jadi saya memeriksakan kondisi kesehatan saya ke fasilitas kesehatan dan pada saat itu saya langsung menjalani rawat inap untuk melakukan serangkaian tes kesehatan. Saya sempat berpikir, kalau harus membayar biaya perawatan pasti biaya yang dikeluarkan pasti mahal sekali, karena satu kali tes kesehatan saja biayanya bisa sampai jutaan rupiah, belum lagi obat-obatan dan biaya rawat inap. Tapi alhamdulillah semuanya dijamin oleh Program JKN,” ungkap Puteri.
Tiga bulan sekali ia rutin memeriksakan kesehatannya ke poli alergi imunologi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Puteri menyatakan bahwa saat ini pelayanan di fasilitas kesehatan sudah bagus, cepat, dan dilayani setara. Sebagai peserta JKN dia tidak merasa dibedakan dengan pasien lain yang mendaftar sebagai pasien umum atau pasien yang menggunakan asuransi lainnya, semua pelayanan yang diberikan sama.
“Saya rutin berobat ke rumah sakit setiap tiga bulan sekali. Awalnya saya mengira pelayanan kepada peserta JKN akan di persulit, namun ternyata tidak sama sekali. Pelayanan di rumah sakit saat ini sudah bagus, cepat, dan setara non diskriminasi. Selama menjalani pengobatan, saya diperlakukan sama dengan pasien umum atau pasien yang menggunakan asuransi lainnya,” ungkap Putri.
Puteri menyampaikan bahwa dia sangat bersyukur menjadi peserta Program JKN karena dengan adanya program ini dia tidak perlu membayar biaya apapun sehingga ia bisa tenang dalam menjalani pengobatan. Ia juga berharap agar pelayanan Program JKN yang sudah bagus ini, dapat terus ditingkatkan dan kemudahan layanan kepada peserta JKN juga dapat terus diberikan.
“Intinya saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN, walaupun banyak yang menganggap Program JKN ini ribet atau masih berpadangan negatif, percayalah banyak sekali yang tertolong dengan adanya Program JKN ini. Pengalaman membuat saya percaya bahwa apa yang selama ini orang-orang katakan tentang Program JKN itu salah. Saya pribadi sangat berterima kasih kepada Program JKN ini, karena sudah menjamin seluruh biaya pengobatan saya,” tutupnya. (BS/dw)











