BEKASIMEDIA.COM – Janji bonus besar dari Pemerintah Kota Bekasi kepada para atlet Kota Bekasi kembali ditagih. Atlet difabel misalnya yang meraih prestasi gemilang pada ajang Peparda (Pekan Paralimpik Daerah) 2022 ternyata tak sesuai kenyataan. Meskipun sejumlah atlet berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu untuk Kota Bekasi, bonus yang dijanjikan tampaknya kurang mencerminkan penghargaan yang seharusnya diberikan kepada para pahlawan olahraga ini.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi berjanji memberikan bonus sebesar Rp200 juta dan umroh bagi atlet difabel yang meraih medali emas, sebuah imbalan yang seharusnya menjadi bentuk pengakuan atas jerih payah para atlet dalam mengharumkan nama Kota Bekasi. Namun, kenyataannya, bonus yang diterima jauh di bawah ekspektasi.
Penerima medali emas, yang seharusnya mendapatkan bonus Rp200 juta dan umroh, malah hanya menerima Rp30 juta tanpa umroh. Begitu pula dengan peraih medali perak yang hanya mendapat bonus Rp25 juta, dan peraih medali perunggu yang mendapat Rp20 juta. Ketidaksesuaian antara janji besar dan kenyataan yang diterima oleh atlet difabel tersebut menjadi sorotan dan menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Kondisi ini menggambarkan adanya kesenjangan antara harapan para atlet difabel dan realitas pembinaan olahraga bagi mereka di Kota Bekasi. Meskipun meraih prestasi gemilang dan membanggakan di ajang Peparda 2022 dengan total 42 medali, atlet difabel Kota Bekasi terpaksa harus menerima kenyataan pahit terkait bonus yang tidak sesuai dengan janji awal.
Selain atlet difabel, desakan juga muncul dari berbagai atlet lain.
Masyarakat dan pihak-pihak terkait mulai mengkritisi kurangnya perhatian dan dukungan yang adekuat dari Pemerintah Kota Bekasi terhadap olahraga difabel. Bonus yang tidak sesuai janji dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap upaya keras para atlet yang harus mengatasi berbagai keterbatasan untuk meraih prestasi.
Pemerintah Kota Bekasi diharapkan untuk segera merespons dan menjelaskan penyebab ketidaksesuaian bonus, serta memberikan penjelasan terkait langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk memperbaiki situasi ini. Dalam konteks lebih luas, hal ini juga menjadi panggilan untuk memperkuat dukungan dan pembinaan terhadap olahraga bagi penyandang disabilitas di Kota Bekasi agar mereka dapat berkembang secara optimal dan memberikan inspirasi positif bagi masyarakat.











