BEKASIMEDIA.COM – Tim Jamkesnews pada Selasa (31/10), berkesempatan berbincang dengan salah satu peserta JKN. Saat ditemui, Yogi (35) yang merupakan seorang pekerja milenial dan sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini terdaftar pada segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sedang bekerja sebagai marketing suatu perusahaan. Sebagai seorang marketing, pekerjaannya menuntut dirinya selalu sehat dan bugar dalam menjalani pekerjaan. Oleh karena itu perusahaan tempat dirinya bekerja memberikan benefit, salah satunya ialah jaminan kesehatan untuk dirinya beserta keluarga untuk didaftarkan ke dalam Program JKN kelas 1.
“Sakit merupakan hal yang tidak dapat diprediksi namun bisa dicegah, apalagi pekerjaan menuntut kita untuk selalu sehat dan siap saat dibutuhkan. Bagusnya perusahaan saya juga memahami bahwa pekerjanya adalah aset yang harus dijaga kesehatanya, oleh karena itu saya dan sekeluarga sudah didaftarkan ke dalam Program JKN kelas 1, sehingga saya bisa tenang bekerja. Apalagi saya sebagai marketing yang setiap harinya lebih sering berada diluar kantor yang membuat terkadang badan juga rentan terhadap cuaca dan juga membawa penyakit ke rumah,” ucapnya saat ditemui Tim Jamkesnews.
Yogi menceritakan bahwa masih ada beberapa rekannya diluar perusahaan yang masih belum menyadari pentingnya suatu jaminan kesehatan. Dirinya juga mengatakan bahwa yang belum terdaftar tersebut dikarenakan banyak faktornya, salah satunya belum membutuhkan dikarenakan sedang sehat.
Menurutnya hal ini yang harusnya sudah diantisipasi saat sehat sehingga nantinya saat sakit sudah memiliki jaminan yang aktif dan bisa digunakan di fasilitas kesehatan. Dirinya juga merasakan perbedaan sebelum dan sesudah setelah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Masalah biaya menjadi salah satu perbedaan mendasar, sebelum terdaftar dirinya bercerita selalu was-was saat berobat, namun sekarang bisa kapan saja mengakses fasilitas kesehatan tanpa memikirkan biaya.
“Kesehatan merupakan kunci produktivitas menurut saya, karena apabila sakit akan menghambat produktivitas atau target kerja, misalnya tidak masuk kerja 2 hari karena sakit akibatnya pekerjaan tertunda, ditambah lagi bayar pengobatan, ya sudah pasti kerjaan menumpuk dan membuat tidak konsentrasi untuk bekerja. Maka dari itu saya merasa beruntung telah terdaftar sebagai peserta JKN, sehingga tidak perlu memikirkan biaya berobat. Jika hendak ke fasilitas kesehatan tinggal berobat saja. Hal ini lah yang menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga asetnya,” jelasnya.
Yogi berharap, Program JKN dapat berlangsung dengan baik dan pelayanannya semakin memuaskan, sehingga makin banyak masyarakat yang bisa merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa dibeda-bedakan. Dirinya bercerita selama ini belum melihat kendala yang didapatkan selama mengakses fasilitas kesehatan, oleh sebab itu ia pun mengajak orang yang belum terdaftar agar segera mendaftarkan diri agar saat membutuhkan pengobatan tidak dibebankan dengan biaya yang tidak terduga, meskipun begitu ia tak mengharapkan akan sakit. Ia percaya, walaupun ia tidak sakit, iurannya akan membantu peserta yang sedang sakit, sebagaimana asas gotong royong semua tertolong.
“Sekarang alhamdulilah saya jadi tenang bila mendadak jatuh sakit. Iuran yang saya bayar biarlah menjadi amal saya membantu orang lain, semoga saya selalu diberikan kesehatan sehingga iuran saya bisa terus membantu orang lain. Oleh karena itu saya berpesan kepada masyarakat yang lain bahwa kita harus support program ini dan tidak lupa bahwa sehat itu mahal, jadi kita harus jaga baik-baik kesehatan kita. Jadi sekalian beramal dan minta doa melalui iuran, semoga kita bisa sehat dan terus beramal,” tutup Yogi. (BS/pm)











