BEKASIMEDIA.COM – Semakin hari biaya pengobatan di fasilitas kesehatan yang tinggi membuat banyak masyarakat Indonesia semakin sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sehingga banyak di masyarakat kita yang mengandalkan pengobatan lain sehingga tidak memilih klinik atau rumah sakit dikarenakan terkendala biaya. Pada saat tahun 2014 Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lahir, dengan terbuka juga akses yang luas kepada masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Salah satunya Rian warga Bekasi yang juga merupakan salah satu peserta Program JKN. Rian bercerita bahwa dirinya dan keluarga terdaftar sejak lama ke dalam Program JKN. Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews pada (11/10), dirinya menceritakan bahwa dahulu saat baru lahirnya Program JKN, kantor BPJS Kesehatan itu ramai sekali karena banyak masyarakat yang ingin segera memiliki jaminan kesehatan yang terjangkau.
“Saya masih ingat betul, dahulu saat baru lahirnya Program JKN, kantor BPJS Kesehatan itu penuh sekali, bahkan ada yang antre dari jam 3 pagi hanya untuk bisa mendaftarkan keluarganya agar memiliki jaminan kesehatan. Bahkan saya dulu juga pernah sampai rela ambil cuti kerja, ternyata setelah dapat penjelasan dari petugas bahwa sebenarnya saya sudah terdaftar dari kantor tempat bekerja. Animo masyarakat yang seperti itu kalau menurut saya diakibatkan karena dahulu kalau tidak punya uang maka sulit untuk berobat, jadi dengan adanya jaminan kesehatan yang terjangkau tentu semua masyarakat ingin memilikinya. Berapa banyak masyarakat kita dahulu yang tidak tertolong hanya karena sulit berobat, semoga kedepannya tidak ada kejadian seperti itu lagi,” jelasnya.
Rian menjelaskan bahwa ia dan keluarganya telah merasa aman dengan ada perlindungan jaminan kesehatan yang diberikan oleh Program JKN. Ia mengatakan bahwa tidak hanya keluarganya saja yang terdaftar sebagai Peserta JKN, namun saudara dan beberapa kerabatnya juga telah terdaftar. Ia merasa sangat beruntung saat ini, karena saat ini Indonesia sudah memiliki suatu program yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Dirinya juga berharap Program JKN dapat dikelola makin baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah sepertinya hampir seluruh keluarga besar saya sudah terdaftar dan memanfaatkan program ini. Semoga juga seluruh masyarakat Indonesia juga segera terdaftar. Karena masih banyak juga masyarakat kita yang masih mengandalkan pengobatan lain untuk mengatasi permasalahan kesehatannya. Mungkin karena akses ke fasilitas kesehatan yang jauh atau mungkin kartunya tidak aktif, hal-hal seperti ini yang harapannya semoga kedepannya pemerintah bisa menambah puskesmas atau rumah sakit hingga ke daerah-daerah, dokter-dokternya juga ditambah sehingga jam praktiknya semakin banyak, masyarakat juga bisa memilih kapan saja waktunya untuk berobat,” jelasnya.
Lebih lanjut saat berbincang, Rian juga mengapresiasi inovasi-inovasi yang lahir dalam pengelolaan Program JKN, seperti halnya Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya aplikasi ini sudah sangat lengkap dan bermanfaat untuk peserta JKN. Saat ini dirinya cukup aktif dalam menggunakan fitur antrean online dan mengecek keaktifan kartu setiap bulannya, sehingga dirinya bisa memastikan dirinya selalu aktif kepesertaanya.
“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Aplikasi Mobile JKN, apalagi yang untuk fitur info peserta dan antrean online. Menurut saya pertanyaan atas hal-hal tersebut yang sering kita dengar di masyarakat, seperti apakah kartunya aktif atau tidak, kemudian keluhan antri dirumah sakit yang lama. Namun dengan aplikasi ini semuanya terjawab, belum lagi fitur lainnya lagi. Saya juga sering cek setiap bulan, untuk lihat kartunya aktif atau tidak, hanya untuk memastikan kantor saya menjalankan kewajibannya dan saya mendapatkan hak saya,” tutupnya. (BS/pm)











