BEKASIMEDIA.COM – Benny merupakan satuan pengaman sebagai pekerja outsourcing di suatu perusahaan. Pekerjaannya sebagai seorang security itu memang mempunyai risiko yang cukup besar, apalagi ia merupakan garda terdepan untuk menjaga kondisi keamanan kantornya. Tak hanya itu, seringnya mendapat jadwal kerja shift malam juga dapat mempengaruhi pola tidurnya sehingga risiko untuk kesehatannya dapat terganggu. Sebagai langkah antisipatif, Benny pun tak ragu mengandalkan Program JKN, yang juga menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia agar terdaftar pada program tersebut, tak terkecuali para pekerja yang terdaftar kedalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
“Menjadi peserta Program JKN merupakan hak saya sebagai pegawai yang didaftarkan oleh perusahaan, itu merupakan suatu keistimewaan yang saya dapatkan. Dibanding orang-orang yang tidak bekerja, banyak yang belum mau mendaftar karena merasa belum membutuhkan. Seringkali saya lihat orang-orang itu baru terburu-buru mendaftar ketika sakit atau harus operasi dengan biaya yang besar, padahal sudah sejak lama program ini diwajibkan,” ujar Benny.
Benny mengatakan bahwa dirinya juga baru menggunakan beberapa kali dan hanya untuk berobat yang ringan-ringan saja. Tetapi sebagai perlindungan untuk dirinya dan keluarga, menjadi peserta JKN sangatlah dibutuhkan.
Lebih lanjut, Benny menceritakan kepada tim Jamkesnews pada Selasa, (12/09) saat ditemui usai bekerja bahwa ia belum pernah merasakan manfaat yang besar dari Program JKN. Manfaat besar yang dimaksud itu dari segi biaya yang dijamin untuk pengobatan. Benny hanya pernah berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saat menderita batuk dan pilek saja, tetapi saat itu ia sudah bisa merasakan pelayanan sebagai peserta Program JKN dan itu pengalaman yang cukup memuaskan.
“Pelayanan yang diberikan petugasnya saat itu ramah dan cukup mudah dipahami saat menjelaskan, tidak seperti yang pernah saya dengar yang mungkin hanya oknum saja. Bagi kami sebagai masyarakat biasa, tentu sangat membantu untuk mau datang berobat bahkan untuk penyakit yang ringan. Proses pengurusan administrasinya juga termasuk cepat dan tidak repot, pokoknya sangat membantu. Terlebih untuk permasalahan biaya berobat, tidak ada sama sekali biaya yang saya keluarkan. Ada sih yang saya bayar, biaya parkir motor saat mau pulang,” ungkap Benny sambil tertawa.
Berbincang lebih lanjut, BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program JKN kini gencar menggalakkan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN, Benny berkata bahwa banyak manfaat dari fitur yang ada pada aplikasi tersebut. Pengoperasian yang mudah bagi yang memahami, meskipun ada masyarakat yang masih awam untuk memanfaatkan. Benny berharap lebih diperkenalkan lagi kepada masyarakat terkait fitur dan kemudahan yang diberikan oleh Aplikasi Mobile JKN ini. Ia sendiri telah mengunduh aplikasi tersebut di handphone, meskipun sejauh ini hanya untuk menggunakan kartu digital dan melihat status keaktifan peserta.
“Dengan adanya Aplikasi Mobile JKN saya rasa sesuatu yang sangat membantu, memudahkan, dan sangat efektif bagi masyarakat yang sekarang sukanya serba digital melalui handphone. Tetapi tentu tidak semua masyarakat bisa menggunakan dan memanfaatkan fiturnya, harus ada edukasi secara rinci dari BPJS Kesehatan agar semua memahami cara menggunakan. Menurut saya Program JKN sendiri sudah sangat baik, hanya saja belum semua masyarakat mau mengerti dan memahami tata cara penggunaan dan penjaminan hingga mereka membutuhkannya saat sakit dan harus berobat,” jelas Benny.
Benny berharap pengurusan administrasi hingga pelayanan kesehatan yang baik dapat dirasakan secara menyeluruh dan merata kepada semua peserta JKN. Tidak ada diskriminasi dan perbedaan dimanapun dan terhadap siapapun. Karena pada dasarnya prinsip Program JKN adalah dari masyarakat untuk masyarakat. Sehingga sudah sepatutnya masyarakat dilayani dengan baik. (BS/pm)











