BEKASIMEDIA.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibentuk oleh pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di sektor kesehatan. Selain meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, negara juga menginginkan masyarakatnya memiliki jaminan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Kesehatan merupakan hal pokok atau penting yang harus diperhatikan, sehingga dengan Program JKN masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir memikirkan lagi mengenai biaya mahal saat berobat di fasilitas kesehatan nantinya.
Salah satu peserta Program JKN, Kenanga mengaku merasa aman dan tenang karena telah menjadi peserta dalam Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Dirinya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali, suatu jaminan kesehatan yang dikelola pemerintah dan memberikan manfaat kesehatan mendasar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kenanga merupakan salah satu mahasiswa yang telah terdaftar ke Program JKN pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah.
“Sangat penting sekali untuk kita ikut jadi peserta JKN ini, kalau sewaktu-waktu kita sakit ada jaminannya. Suatu hal yang mendasar di hidup seseorang ialah hidup sehat, dengan sehat kita bisa beraktivitas apapun. Namun apabila sakit kemudian tidak memiliki uang, darimana kita bisa berobat untuk menyembuhkan sakit tersebut. Oleh karena itu fungsi dari suatu jaminan ialah disaat kita sakit, sudah tidak perlu memikirkan biayanya, karena sudah ada yang menanggung,” ujar Kenanga saat ditemui Tim Jamkesnews pada Selasa (08/08).
Lebih lanjut, Kenanga menceritakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi prinsip gotong royong yang ada di dalam Program JKN. Gotong royong merupakan sesuatu hal yang sangat mendasar di masyarakat Indonesia sejak lama.
Tanpa disadari bahwa negara ini berdiri karena sikap gotong royong yang sangat kuat di setiap lapisan masyarakat. Selain sifatnya saling gotong royong, juga sebagai antisipasi biaya berobat kedepannya. Karena tanpa sadar iuran yang sudah dibayarkan bisa digunakan untuk masyarakat lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Program ini memiliki konsep gotong rotong, contohnya begini kita bayar iuran kemudian belum sakit, tapi disaat itu ada seorang kepala keluarga yang membutuhkan pengobatan besar, kalo berdasarkan dari iuran yang sudah dia bayarkan sendiri saja belum cukup untuk menangani sakit tersebut. Tapi ada iuran saya dan masyarakat lain yang belum menggunakan iurannya untuk berobat, sehingga pengobatan dia bisa dijamin, bisa sembuh, bisa menafkahi keluarganya lagi, Insya Allah itu pahala buat kita,” lanjutnya.
Kenanga juga menjelaskan awal mula dirinya mengetahui bahwa dirinya sudah didaftarkan oleh Pemerintah Daerah ke Program JKN saat akan berobat ke fasilitas kesehatan dengan biaya sendiri. Namun setelah dicek melalui nomor KTP ternyata dirinya sudah terdaftar kedalam Program JKN yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah.
Dirinya sangat bersyukur telah memiliki jaminan kesehatan sehingga seluruh pengobatannya dapat ditangani dan tidak ada biaya sama sekali. Kenanga juga menceritakan saat ini dirinya sangat mengandalkan Program JKN untuk pengobatan dirinya beserta keluarganya.
“Awal saya memiliki jaminan ini juga karena ketidaktahuan saya, jadi awalnya saya ke puskesmas untuk periksa gigi, kemudian petugasnya menanyakan menggunakan jaminan kesehatan apa, saya katakan dengan biaya sendiri. Setelah dicek nomor KTP saya ternyata saya dan keluarga sudah terdaftar ke Program JKN yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah iurannya. Setelah mengetahui hal itu, saya dilayani di puskesmas dengan baik dan tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Sampai saat ini saya mengandalkan Program JKN apabila akan ke puskesmas atau rumah sakit,” jelasnya. (BS/pm)











