BEKASIMEDIA.COM – Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Fitri (30) sedang mendampingi orangtuanya yang harus menjalani operasi pengangkatan batu ginjal di salah satu rumah sakit di Bekasi. Ayahnya yang Bernama Subeno merupakan peserta JKN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Hal itu membuat Fitri lega karena ia tak lagi gelisah memikirkan biaya operasi sang ayah.
Saat ini di wilayah Kota Bekasi sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC), di mana sudah lebih dari 95% masyarakatnya terjamin ke dalam Program JKN. Saat ini masyarakat Kota Bekasi dengan sangat mudah dalam memperoleh jaminan kesehatan, seperti halnya Subeno. Sebelumnya Subeno merupakan peserta mandiri yang menunggak, namun saat ini ia sekeluarga telah dialihkan ke dalam peserta yang menjadi tanggungan pemerintah daerah setempat.
“Awalnya ayah saya memang sering merasakan sakit di bagian perut, saya pikir sakit lambung. Namun setelah dicek lebih jauh ternyata ada batu di ginjal, oleh karena itu besok atas saran dokter akan dilakukan operasi untuk mengangkatnya. Sehari-hari ayah saya berjualan di pasar, jualan daging. Dulunya memang sudah pernah daftar JKN sebagai peserta mandiri kemudian menunggak karena pandemi gara-gara pendapatan menurun. Untungnya sekarang dengan kebijakan Kota Bekasi, kepesertaan ayah saya dialihkan menjadi peserta JKN yang iurannya gratis. Saat ini alhamdulillah bisa dirawat dan dijamin,” jelas Fitri saat ditemui Jamkesnews pada Jumat (10/03).
Fitri mengaku dirinya sempat takut saat mengetahui ayahnya harus menjalani operasi. Permasalahan biaya menjadi sumber ketakutannya, apalagi sang ayah juga pernah menunggak sebagai peserta mandiri. Fitri juga tidak menyangka bahwa ayahnya bisa terkena batu ginjal, padahal menurutnya ayahnya sudah menerapkan pola hidup sehat. Berbincang lebih lanjut mengenai pelayanan yang dirasakan saat mendapati pelayanan dirumah sakit, Fitri mengatakan pelayanan kepada peserta Program JKN sudah sangat baik.
“Saat dijelaskan oleh dokter mengenai penyakit ayah saya, jujur kami cukup kaget juga. Selain ini hal baru untuk saya, saya juga harus memikirkan biaya yang dikeluarkan untuk proses operasi itu. Tetapi alhamdulillah ada jalan keluar karena ayah saya bisa dialihkan ke dalam tanggungan Pemerintah Kota Bekasi. Saya juga heran kenapa ayah saya bisa terkena batu ginjal. Setahu saya ayah menerapkan pola hidup sehat, banyak minum air putih. Namanya penyakit ya bisa menyerang siapa saja. Untuk pelayanan di rumah sakit ini juga sangat baik, dokter dan perawatnya ramah, baik dan sopan. Pelayanan sebagai pasien umum dan dengan jaminan juga tidak dibedakan, semuanya sama. Tidak dipersulit sama sekali yang kami rasakan,” jelasnya.
Saat dimintai pendapatnya mengenai pencapaian wilayah Kota Bekasi yang telah berstatus UHC, Fitri berpendapat hal ini merupakan suatu kebijakan yang sangat membantu masyarakat. Harapannya semoga ke depannya Pemerintah Kota Bekasi terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak bagi masyarakat kecil. Menurutnya sekarang pelayanan publik di Kota Bekasi sudah saat bagus, seperti halnya koordinasi dengan pihak RT, RW ataupun kelurahan sudah bagus responnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bekasi yang telah membantu masyarakatnya yang saat ini sedang tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga bisa dijamin oleh pemerintah daerah. Semoga kebijakan ini terus ada sehingga seluruh warga Kota Bekasi bisa mempunyai perlindungan jaminan kesehatan dan bisa dengan mudah mengakses fasilitas kesehatan. Kalau menurut saya saat ini pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Bekasi sudah sangat bagus sekali. Sudah berkembang pesat dibanding pada awal BPJS Kesehatan beroperasi. Semoga ke depan bisa semakin baik,” tutupnya. (ADV)











