BEKASIMEDIA.COM – Sukaemah, Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SDN Jatimulya 09, yang juga menjabat sebagai Wali Kelas 6, membantah adanya aksi perundungan terhadap Fatir, seorang siswa SD yang mengalami amputasi pada kakinya. Sukaemah mengungkapkan bahwa selama ini dia tidak pernah menyaksikan tindakan olok-olok terhadap Fatir.
Dalam wawancara dengan media, pada Selasa (31/10), Sukaemah menyatakan bahwa sebagai guru, dia berada di kelas sepanjang waktu, dan jika ada kasus perundungan, anak-anak biasanya melapor. Menurutnya, dalam kelas 6 SD, adu ejek sifatnya biasa.
Sukaemah juga menjelaskan bahwa mungkin sebagian besar ejekan di kelas tersebut adalah candaan ringan, seperti menggoda teman dengan kata-kata seperti ‘lu jelek’ atau ‘lu hitam’. Baginya, di kelas 6, hal ini sudah menjadi hal biasa, meskipun mungkin persepsi Fatir berbeda.
Ia juga mengklaim bahwa insiden di mana Fatir dijatuhkan oleh teman saat hendak jajan juga merupakan sebuah candaan. Menurutnya, saat mereka sedang bercanda dan bermain, kecelakaan itu terjadi tanpa maksud jahat.
Sebelumnya, Ibunda Fatir, Diana Novita, telah mengungkapkan bahwa putranya mengalami cedera serius pada lutut kakinya setelah insiden tersebut. Meskipun Sukaemah berpendapat bahwa ini adalah candaan biasa, kasus ini tetap memunculkan perhatian terkait masalah perundungan di lingkungan sekolah.











