BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 19 Agu 2023 18:04 WIB ·

Universitas Mercu Buana dan INTI International University Bersinergi Mengatasi Tantangan Pertanian dan Teknologi


 Universitas Mercu Buana dan INTI International University Bersinergi Mengatasi Tantangan Pertanian dan Teknologi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Indonesia merupakan negara agraris yang kaya, saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan sektor pertanian. Dalam upaya mengatasi masalah hama tanaman dan mendorong inovasi di bidang teknologi, Universitas Mercu Buana (UMB) dan INTI International University dari Malaysia mengadakan webinar internasional agar dapat sharing knowledge kepada para mahasiswa dan menjawab tantangan ke depan.

Kepentingan sektor pertanian di Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Hampir separuh dari total penduduk Indonesia bergantung pada pertanian sebagai sumber penghidupan. Namun, kerentanan terhadap serangan hama tanaman dan fluktuasi harga komoditas menjadi isu yang menuntut perhatian serius. Di sisi lain, teknologi telah menjadi pendorong utama perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pertanian.

Dr. Yaya Sudarya Triana, M.Kom., menggarisbawahi pentingnya penanganan hama tanaman, khususnya ancaman dari lalat buah.

“Indonesia memiliki beragam tanaman bernilai ekonomi tinggi, namun serangan lalat buah dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan dalam jumlah dan kualitas hasil panen,” ungkapnya dalam webinar yang dilaksanakan pada 14 Juni 2023, lalu.

Menurutnya, penyebab utama dari kenaikan harga cabai di pasaran adalah kelangkaan tanaman cabai di Indonesia, yang dapat diakibatkan oleh perubahan cuaca yang tak menentu dan serangan penyakit yang menyerang tanaman.

Serangan lalat buah bukanlah hal baru dalam dunia pertanian. Hama ini menyasar berbagai jenis tanaman, termasuk cabai, jambu, belimbing, mangga, nangka, rambutan, melon, semangka, jeruk, pisang susu, pepaya, pisang raja sere, srikaya, klengkeng, sukun, sawo, tomat, ketimun, pare, labu, dan masih banyak lagi.

Ia menjelaskan bahwa lalat buah menjadi hama utama pada berbagai komoditas hortikultura. Dampak dari serangan ini dapat berupa kerusakan pada daging buah yang mengandung larva atau belatung, sehingga mengurangi kualitas dan jumlah hasil panen. Banyak produk hortikultura berkualitas buruk atau gagal ekspor akibat serangan lalat buah.

Solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengimplementasikan praktik sanitasi lahan. Hal ini melibatkan tindakan pengumpulan dan pemusnahan buah-buah yang jatuh atau busuk, serta penggunaan alat perangkap yang efektif untuk menangkap lalat jantan. Tujuannya adalah untuk memutuskan daur hidup lalat buah dan mengurangi penyebarannya. Dr. Yaya menjelaskan, “Penggunaan alat perangkap ini dapat mengurangi penyebaran lalat buah, sehingga potensi kerugian bagi para petani dapat dikurangi.”

Dr. Deshinta Arrova Dewi
Pembicara dari INTI International University

Namun, tidak hanya sektor pertanian yang menjadi fokus dalam kolaborasi ini, Dr. Deshinta Arrova Dewi dari INTI International University turut berkontribusi dengan memberikan pelatihan pemrograman Python kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UMB. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diajak untuk memahami potensi teknologi dalam menciptakan solusi canggih.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan kepada para mahasiswa, agar mereka dapat merancang produk-produk baru yang lebih canggih dan inovatif,” ungkap Dr. Deshinta di depan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana.

Di akhir kegiatan, Dr. Yaya Sudarya Triana menjelaskan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan antarlembaga dan mendorong para mahasiswa untuk berinovasi dalam menciptakan solusi-solusi baru. Ia berharap, melalui acara ini, para mahasiswa akan mendapatkan wawasan yang lebih luas dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik

Dengan menggabungkan pengetahuan dan keahlian dalam pertanian dan teknologi, UMB dan INTI International University memberikan contoh nyata tentang bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas. Diharapkan, melalui upaya bersama ini, tantangan dalam sektor pertanian dapat diatasi, sementara mahasiswa muda didorong untuk meraih potensi maksimal mereka dalam bidang teknologi.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru