BEKASIMEDIA.COM – Google Asia Pacific mengeluarkan peringatan serius kepada Pemerintah Indonesia terkait rencana penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) tentang media massa. Wakil Presiden Google Asia Pacific yang menangani Urusan Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Michaela Browning, menyoroti bahwa rancangan peraturan ini berpotensi mengancam masa depan media di Indonesia dan kebebasan pers secara keseluruhan.
Melalui sebuah kutipan yang dimuat dalam Blog resmi Google Indonesia, Michaela Browning menyampaikan keprihatinan perusahaan teknologi raksasa tersebut terhadap rancangan Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas yang tengah diusulkan oleh pemerintah. Dalam kutipan tersebut, Google mengungkapkan bahwa kekhawatiran mereka timbul dari potensi dampak negatif yang dapat mengurangi keberagaman sumber berita bagi publik.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka percaya pada pentingnya industri jurnalisme yang sehat dan berkomitmen dalam mendukung ekosistem berita yang berkelanjutan, independen, dan beragam. Namun, Google mengkhawatirkan jika Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas disahkan tanpa perubahan, peraturan ini dapat mengakibatkan pembatasan konten berita yang muncul online dan memberikan kekuasaan kepada lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten dan penerbit berita yang dapat meraih penghasilan dari iklan.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk membuat informasi mudah diakses dan bermanfaat bagi semua orang, Google menyatakan bahwa jika peraturan ini disahkan dalam versi sekarang, kemampuan mereka dalam menyediakan sumber informasi online yang relevan, kredibel, dan beragam bagi pengguna produk mereka di Indonesia akan terpengaruh. Selain itu, upaya Google selama ini untuk mendukung industri berita di Indonesia juga dapat menjadi sia-sia.
Google telah aktif berkolaborasi dengan pemerintah, regulator, badan industri, dan asosiasi pers sejak rancangan Perpres ini pertama kali diusulkan pada tahun 2021. Namun, perusahaan teknologi ini tetap menyatakan bahwa rancangan yang diajukan masih akan berdampak negatif pada ekosistem berita digital yang lebih luas.
Dalam kutipan tersebut, Google juga menggarisbawahi dua dampak utama Perpres Jurnalisme Berkualitas yang mungkin terjadi bagi masyarakat Indonesia. Pertama, adanya potensi pembatasan berita yang tersedia online hanya akan menguntungkan sejumlah kecil penerbit berita, sementara ribuan penerbit berita lainnya, termasuk ratusan penerbit berita kecil yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), berpotensi merugi. Ini juga dapat berakibat pada kurangnya keberagaman sudut pandang yang diterima oleh masyarakat Indonesia dari berita online.
Kedua, Perpres tersebut dapat mengancam eksistensi media dan kreator berita di Indonesia. Padahal, media dan kreator berita merupakan sumber informasi utama bagi masyarakat. Google menyatakan bahwa tujuan awal peraturan ini adalah membangun industri berita yang sehat, namun jika disahkan dalam versi sekarang, peraturan ini malah berpotensi berdampak buruk bagi banyak penerbit dan kreator berita yang sedang bertransformasi dan berinovasi. Selain itu, kekuasaan baru yang diberikan kepada lembaga non-pemerintah, yang terdiri dari perwakilan Dewan Pers, hanya akan menguntungkan sejumlah penerbit berita tradisional saja dengan membatasi konten yang dapat ditampilkan di platform Google.
Google dan YouTube telah lama mendukung pertumbuhan ekosistem berita digital di Indonesia melalui berbagai program, kemitraan, dan produk. Mereka telah memberikan pelatihan keterampilan digital kepada ribuan jurnalis dan mahasiswa jurnalisme dari seluruh penjuru negeri, serta bermitra dengan CekFakta untuk melawan misinformasi dan membangun literasi digital.
Meskipun merasa kecewa dengan arah rancangan Perpres yang diusulkan saat ini, Google berharap dapat mencapai solusi yang baik dan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan terkait. Google ingin terus mencari pendekatan terbaik untuk membangun ekosistem berita yang seimbang di Indonesia, yang dapat menghasilkan berita berkualitas bagi semua orang sekaligus mendukung kelangsungan hidup seluruh penerbit berita, baik kecil maupun besar.











