BEKASIMEDIA.COM – Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa sebanyak 1440 balita di kabupaten tersebut terindikasi mengalami obesitas, dan yang mengkhawatirkan, 275 dari mereka masih berusia di bawah 2 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi selain masalah stunting dan gizi buruk.
Dalam cakupan masing-masing puskesmas, terdapat dua wilayah dengan angka obesitas tertinggi pada balita. Pertama adalah wilayah Kelurahan Wanasari di Kecamatan Cibitung, yang mencatatkan 195 kasus obesitas. Kedua adalah Desa Waluya, yang berada di Kecamatan Cikarang Utara, dengan 106 kasus obesitas.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menjelaskan bahwa obesitas pada balita disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari pola makan yang tidak sesuai dengan anjuran kesehatan, seperti mengonsumsi makanan tidak sehat dan dalam porsi berlebih, hingga faktor genetik.
“Di wilayah-wilayah perkotaan seperti Kabupaten Bekasi, banyak orang tua yang bekerja sehingga meninggalkan bayi mereka di bawah pengasuhan orang lain. Kondisi ini dapat menyebabkan pemberian makanan dan minuman manis secara berlebihan kepada bayi untuk membuat mereka tetap tenang, yang akhirnya memicu obesitas. Meskipun faktor genetik juga berperan, pengaruh lingkungan luar memiliki pengaruh yang lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh, menjelaskan bahwa dari total 1.440 balita yang terindikasi obesitas, 275 di antaranya masih berusia di bawah dua tahun (0-23 bulan).
“Data juga menunjukkan bahwa hanya dua kecamatan di seluruh Kabupaten Bekasi yang saat ini bebas dari masalah obesitas pada balita, yaitu Kecamatan Pebayuran dan Cabangbungin,” katanya.
Masrikoh menambahkan, pemerintah Kabupaten Bekasi menyadari pentingnya menangani masalah obesitas pada balita ini.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi yang seimbang bagi anak-anak. Selain itu, upaya juga akan dilakukan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara memberikan nutrisi yang tepat kepada balita mereka,” katanya.
Ia meminta peran aktif orang tua untuk mencegah obesitas mengingat pemicu persoalan gizi ini berawal dari konsumsi makanan tidak sehat, berlebihan, serta konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori namun rendah nutrisi tanpa diikuti aktivitas fisik yang cukup.
“Kami juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk tenaga medis dan pemerintah setempat, untuk mengembangkan program-program kesehatan yang dapat mengurangi angka obesitas pada balita. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan bebas dari risiko obesitas serta penyakit,”pungkasnya.











