Menu

Mode Gelap
Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban Dishub Kota Bekasi Batasi Operasional Kendaraan Besar, Khusus Kendaraan Sumbu Tiga Keatas

Berita · 17 Feb 2023 WIB ·

Jaringan Kabel Listrik dan Telepon Di Kota Bekasi Semrawut. DPRD Kebut Bahas Raperda Utilitas


 Jaringan Kabel Listrik dan Telepon Di Kota Bekasi Semrawut. DPRD Kebut Bahas Raperda Utilitas Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua Pansus 38, Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Utilitas diharapkan nantinya mampu mengatasi kesemrawutan jaringan kabel kabel listrik maupun fiber optik yang ditanam dibawah tanah. Selain itu juga galian galian lubang saluran PDAM yang sering kali menjadi aduan masyarakat ke komisi 2 DPRD Kota Bekasi.

“Jaringan kabel listrik, galian PDAM tidak terkontrol dengan baik. Selama ini utilitas ini masuk ke dalam satu kesatuan di Dinas BMSDA (Bina Marga dan Sumber Daya Air) yang tidak spesifik uraiannya,” ujarnya kepada bekasimedia.com pada Kamis (16/2/2023) di gedung DPRD Kota Bekasi.

Rancangan Perda Utilitas ini, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, pengajuannya dibuat tersendiri. Ia mencontohkan bagaimana saluran kali Sasak Bule dan Sasak abancong di wilayah Bekasi Utara saat dilakukan penggalian ternyata banyak ditemukan jaringan kabel.

“Mestinya hasil dari kajian konsultan sudah ada, disini ada jaringan kabel A dan seterusnya, namun ini tidak ada dokumennya,” tegasnya.

Oleh karenanya, lanjut Arif, perda Utilitas ini sudah dikonsultasikan ke Provinsi Bali yang sudah lebih dahulu mempunyai perda tersebut. “Bali sudah menata aturan itu, bagaimana jaringan telkomnya, jaringan listrik seperti apa, termasuk jaringan kabel optik yang sangat crowded di bawah tanah semuanya mereka sudah atur,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah tidak pernah mengontrol ketika kegiatan pelaksanaan itu terjadi. Akibatnya banyak tiang listrik dan galian lubang di depan rumah warga yang dinilai sangat mengganggu

“Persoalan ini banyak yang masuk laporannya ke komisi 2 bahwa ada tiang listrik yang masuk ke rumah warga, ada galian yang ditinggalkan begitu saja, nah kita akan atur dalam perda ini berikut sangsi-sangsinya jika ada pelanggaran dan apa tindakannya. Kita buat sedemikian rupa supaya bisa mengatur semuanya kedepan,” katanya.

Lalu bagaimana jika perda ini jika diberlakukan sementara sudah terjadi kesemrawutan di lapangan?

“Iya artinya nanti kan akan ada perbaikan dan tentu perbaikan perbaikan itu akan mengikuti aturan aturan yang sudah kita tetapkan,” pungkasnya. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengintip Kawasan Wisata Pecinan Kya Kya Surabaya yang Sukses UMKMnya Berkat Dukungan BRI Peduli

23 Februari 2024 - 13:42 WIB

Peringati Hari Jadi Banyumas ke 453, Budayawan NasSirun PurwOkartun Ajak Para Guru Mengenal Sejarah dan Keteladanan Leluhurnya

22 Februari 2024 - 21:33 WIB

Hotel Santika Mega City Bekasi Gelar Corporate Gathering Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

22 Februari 2024 - 17:55 WIB

Anis Byarwati : “Empat Pilar adalah Nilai-Nilai Luhur Kekokohan dan Kekuatan Bangsa Indonesia”

22 Februari 2024 - 17:50 WIB

Inilah Persiapan Warga Kabupaten Bekasi Menyambut Datangnya Bulan Ramadan

22 Februari 2024 - 09:11 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Operasi Pasar di Kecamatan Bekasi Barat Semrawut

21 Februari 2024 - 21:14 WIB

Trending di Bekasi On Frame