Menu

Mode Gelap
Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban Dishub Kota Bekasi Batasi Operasional Kendaraan Besar, Khusus Kendaraan Sumbu Tiga Keatas

Berita · 6 Des 2022 WIB ·

Program JKN-KIS, Cerminan Ruh Gotong Royong di Indonesia


 Program JKN-KIS, Cerminan Ruh Gotong Royong di Indonesia Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Jamkesnews,- Ary Maulana (27) merupakan seorang pekerja yang menghabiskan rutinitas kesehariannya dengan bekerja, pada saat ditemui oleh Tim Jamkesnews pada Kamis (06/02) ia mengatakan bahwa ia sudah cukup lama terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai peserta Peserta Bukan Penerima Upah.

“Udah cukup lama sih saya terdaftar, karena saya merasa bahwa sejak dulu mau ikut program asuransi kesehatan yang ada namun biayanya cukup mahal, belum lagi persyaratan dan benefitnya yang saya rasa tidak maksimal, makanya pas mengetahui program ini saya segera daftar,” jelasnya.

Ari mengatakan bahwa dirinya senang sekali diberi kesempatan untuk mengutarakan mengenai pandangan nya terhadap Program JKN-KIS. Ia mengatakan bahwa banyak sekali masyarakat sekitarnya maupun dan keluarganya yang menggunakan JKN-KIS untuk pengobatan di FKTP ataupun FKTRL.

“Kalau saya sendiri sih belum pernah, tapi ada beberapa teman atau keluarga yang menggunakan dan alhamdulilah lancar dan mudah,” jabarnya.

Menurutnya prinsip gotong royong di jalani oleh program ini sangatlah baik, karena dengan gotong royong maka sikap toleransi di Indonesia bisa semakin baik. Dirinya mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh masyarakat Indonesia mendaftar dan rajin bayar iuran.

“Seharusnya seluruh masyarakat Indonesia memahami prinsip gotong royong yang ada di program ini, bangsa kita sangat dikenal dengan sistem gotong royongnya, begitupun toleransinya. Maka disaat ada saudara senegara kita yang membutuhkan biaya pengobatannya disaat itulah iuran kita bisa membantu mereka, begitupun sebaliknya. Misal tidak ada program ini kemudian ada tetangga kita atau saudara kita yang ternyata butuh biaya berobat kemudian sampai harus jual harta benda, kita sebagai keluarganya masa tega membiarkan tetangga kita kesusahan,” jelas Ari.

Dirinya mengibaratkan bahwa Program JKN-KIS seperti jalan untuk beramal kepada sesama yang lebih membutuhkan, menurutnya apabila iurannya dipakai oleh orang lain yang membutuhkan pengobatan maka sangat tepat sekali karena benar-benar tersalurkan dan tepat sasaran.

“Kalau ada orang yang sedang sakit berarti dia membutuhkan bantuan dan biaya, kemudian terbantu oleh iuran kita maka insya allah berkah buat orang tersebut dan juga diri sendiri. Sama seperti saya bila berobat maka saya akan sangat berterima kasih kepada orang-orang yang telah membayar iuran dan mendoakan semoga diri mereka selalu sehat, amin,” tutup Ari. (DA/pm)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengintip Kawasan Wisata Pecinan Kya Kya Surabaya yang Sukses UMKMnya Berkat Dukungan BRI Peduli

23 Februari 2024 - 13:42 WIB

Peringati Hari Jadi Banyumas ke 453, Budayawan NasSirun PurwOkartun Ajak Para Guru Mengenal Sejarah dan Keteladanan Leluhurnya

22 Februari 2024 - 21:33 WIB

Hotel Santika Mega City Bekasi Gelar Corporate Gathering Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

22 Februari 2024 - 17:55 WIB

Anis Byarwati : “Empat Pilar adalah Nilai-Nilai Luhur Kekokohan dan Kekuatan Bangsa Indonesia”

22 Februari 2024 - 17:50 WIB

Inilah Persiapan Warga Kabupaten Bekasi Menyambut Datangnya Bulan Ramadan

22 Februari 2024 - 09:11 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Operasi Pasar di Kecamatan Bekasi Barat Semrawut

21 Februari 2024 - 21:14 WIB

Trending di Bekasi On Frame