BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Nov 2022 19:17 WIB ·

Yudi Ajak Masyarakat Miliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS di Tengah Pandemi


 Yudi Ajak Masyarakat Miliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS di Tengah Pandemi Perbesar

Narasumber : Yudi

BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews – Memiliki mobilitas yang tinggi terhadap pekerjaan membuat Yudi (21) menganggap memiliki jaminan kesehatan sangat penting. Hal tersebut ia ungkapkan lantaran untuk melindungi dirinya dan keluarga untuk mendapatkan jaminan kesehatan apabila jatuh sakit di kemudian hari.

Di umur yang masih muda ini, Yudi yang bekerja sebagai pemilik agen telur telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah Kelas 3 sejak tahun 2017 silam. Menurutnya untuk masyarakat yang bekerja sendiri tanpa gaji bulanan seperti dirinya, maka sangat penting memiliki jaminan kesehatan yang terjangkau untuk keluarganya.

“Alhamdulillah ada jaminan kesehatan yang terjangkau untuk sekelas pedagang seperti saya, sebelum ada BPJS Kesehatan kan iuran jaminan kesehatan sangat mahal sekali, alhamdulillah sekarang cukup terjangkau dan bisa mengobati sampai sembuh tanpa dikenai biaya lagi. Menurut saya sangat penting sekali untuk seperti saya yang tidak memiliki gaji dan tunjangan kesehatan seperti orang kantoran yang semuanya terjamin,” jelas Yudi, Kamis (28/01).

Sejak hadirnya Program JKN-KIS pada tahun 2014, Yudi menganggap bahwa Program JKN-KIS sudah sangat banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Namun menurutnya, banyak juga masyarakat Indonesia yang rutin membayar tanpa belum pernah merasakan manfaatnya namun sadar akan pentingnya jaminan kesehatan.

“Sakit merupakan hal yang tidak terduga atau tidak diketahui oleh kami tetapi sebisa mungkin pasti tidak mau sakit, namun apabila memang takdirnya sakit ya untungnya kami sudah memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak khawatir akan biayanya. Saya paham betul iuran yang saya bayarkan digunakan untuk pengobatan orang lain yang sedang mendapat pelayanan di rumah sakit, oleh karena itu saya sangat mengutamakan pembayaran iuran JKN-KIS setiap bulannya agar kartu saya tetap aktif dan iuran saya bisa membantu masyarakat lain,” jelasnya.

Yudi menceritakan bahwa masih ada beberapa kerabatnya yang belum terdaftar kedalam Program JKN-KIS. Namun dirinya selalu mengingatkan pentingnya jaminan kesehatan apalagi di era pandemi seperti ini yang menurutnya sudah ekonomi susah ditambah banyak orang yang sakit di sekitar kita.

“Masih ada beberapa teman atau keluarga yang belum punya atau sudah punya namun tidak aktif karena menunggak, padahal di pandemi seperti ini sangat penting sekali namanya jaminan kesehatan, udah ekonomi lesu ditambah penyakit banyak disekitar kita. Kemudian kalau udah sakit siapa yang mau bayar, uang ga punya jaminan ga punya,” tutupnya. (DA/pm)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru