BekasiMedIa.com, Jamkesnews – Memasuki tahun kedelapan Program jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan, sudah lebih dari 220 juta jiwa masyarakat Indonesia yang terdaftar. Pelayanan menggunakan JKN-KIS sudah menjadi hal yang hampir seluruh masyarakat merasakan. Masyarakat mulai menyadari pentingnya jaminan kesehatan untuk berjaga-jaga apabila membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pada Rabu (08/09) Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang dengan Kasihyati. Dirinya menjelaskan pengalaman menggunakan JKN-KIS pada saat sakit. Baginya memiliki jaminan kesehatan itu sangat penting, bahkan diiringi dengan persyaratan yang mudah dan juga fasilitas kesehatan yang cukup bagus.
“Kalau saya sendiri pengalamannya sih bagus, pelayanannya juga baik yang pake JKN-KIS, yang penting persyaratannya itu lengkap sehingga akan lebih mudah. Waktu itu saya terakhir masuk rumah sakit dan dirawat dikarenakan mengalami keguguran, menurut saya pelayanan rumah sakit baik dalam melayani pasien, tidak membedakan antar pasien,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menceritakan bahwa iuran yang dibayarkan setiap bulan diibaratkan mencicil biaya pengobatan sebelumnya, atau apabila belum sakit, diibaratkan menabung. Kasihyati juga memahami bahwa konsep gotong royong dalam Program JKN-KIS yang menurutnya sangat baik, karena sifat gotong royong dan tolong menolong dalam era saat ini sudah menurun dari tahun ke tahun.
“Semuanya ditanggung tanpa keluar biaya, palingan ongkos dan lain-lain, tetapi obat dan pelayanannya ditanggung semua. Bayar iuran itu seperti kita menyicil biaya pengobatan kemarin atau tabungan masa depan, iuran kita dipake orang lain untuk berobat itu sangat baik, secara tidak langsung kita bergotong royong membantu orang lain,” jelasnya.
Lalu ia juga mengajak warga dan masyarakat untuk menjadi peserta Program JKN-KIS dan juga rutin membayar iuran. Dirinya juga meminta kepada pemerintah agar semua rumah sakit bisa melayani peserta Program JKN-KIS sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan.
“karena sehat itu mahal, dan biaya berobat itu mahal, jadi ya harus sering dikampanyekan masyarakat itu harus ikut Program JKN-KIS setidaknya terdaftar di kelas III atau mendaftar yang gratis sehingga seluruh masyarakat memiliki jaminan dan tidak khawatir apabila dikemudian hari membutuhkan. Rumah sakit juga semakin banyak yang bekerja sama sehingga mudah mencari rumah sakitnya,” tutupnya. (VM/pm)











