BEKASIMEDIA.COM – Menanggapi kasus Stunting yang dijumpai di kawasan kecamatan Pondok Melati beberapa waktu yang lalu, ketua Komisi IV DPRD kota Bekasi, Daradjat Kardono menyampaikan bahwa, meskipun saat ini capaian target kasus Stunting kota Bekasi tahun 2021 (7.9%) berada di bawah target Nasional (21.1%) maupun Provinsi (14.8%), hal ini jangan menjadikan kita lengah sehingga abai terhadap potensi masalah Stunting di sekitar kita.
“Bagaimanapun juga proses pencegahan dan upaya deteksi dini harus digalakkan dengan baik, hal ini sangat penting agar identifikasi problem bisa diketahui sebelum permasalahan Stunting terjadi,” ujarnya kepada bekasimedia.com Kamis (29/9/2022).
Menurut politisi senior PKS ini apa yang sekarang terjadi pada temuan kasus Fadil di kawasan Pondok Melati menunjukkan bahwa proses deteksi dini kasus Stunting perlu terus diperbaiki. Saat ini sebagai ujung tombak deteksi dini informasi untuk isu kesehatan selain Puskesmas, Posyandu tentu saja dengan dukungan para pengurus lingkungan yang ada seperti RT/RW, dan seterusnya.
“Pemberdayaan, penguatan dan peningkatan peran mereka perlu ditingkatkan sehingga bisa berjalan efektif proses self-control di masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu, belum lama ini Komisi 4 telah mendesak alokasi anggaran yang lebih memadai untuk peningkatan peran Posyandu di masyarakat, selain dengan harapan kinerja Posyandu bisa menjadi lebih meningkat lagi sehingga proses deteksi dini isu kesehatan khususnya proses tumbuh kembang anak akan termonitor dengan lebih baik lagi.
Selebihnya, karena kasus ini dilatarbelakangi juga dengan kondisi sosial yang terjadi dari keluarga anak tersebut, maka tindak lanjut sebagaimana mestinya harus dilakukan oleh dinas terkait, dalam hal ini adalah Dinas Sosial.
Update data-data kondisi penduduk yang kurang mampu dan bermasalah secara ekonomi perlu dilakukan secara berkala dan konsisten untuk memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat kota Bekasi bisa termonitor lebih baik lagi. (Denis)











