BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews – Menjadi pekerja di suatu perusahaan merupakan pilihan setiap orang pada usia produktif, tak terkecuali Dede Erni Retnosari (46) yang merupakan seorang tenaga kerja honorer di Bekasi yang telah terdaftar kedalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen pekerja dan terdaftar kelas 1. Menjadi seorang pekerja dengan dilain sisi sebagai ibu rumah tangga tentu sangat tidak mudah, namun Dede tenang dikarenakan dirinya beserta keluarga sudah memiliki jaminan kesehatan yang dapat diandalkan setiap saat.
“Alhamdulillah saya dan keluarga sudah terdaftar dari kantor untuk saya, suami dan 3 orang anak. Sangat berguna sekali punya jaminan kesehatan ini, saya beberapa kali menggunakan untuk ke klinik bahkan rumah sakit semuanya di jamin. Waktu lahiran sesar, kemudian waktu terkena tipus, semuanya dijamin. Keluarga saya juga kalau berobat semuanya di jamin, jadi memang terasa betul manfaatnya,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menceritakan saat dirinya akan menjalani operasi sesar di rumah sakit. Menurutnya selama ini banyak persepsi yang salah dimasyarakat, seperti prosedurnya atau bahkan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dede mengatakan selain operasi sesar dirinya juga pernah dirawat inap dikarenakan sakit tipus, dan pelayanannya juga sama, tetap memuaskan.
“Kalau kata orang pake KIS dibeda-bedakan, dianak tirikan lah di rumah sakit, menurut saya tidak. Saya merasakan sendiri saat akan operasi sesar waktu kelahiran anak saya, dengan mengikuti prosedur yang ada, semuanya mudah. Disuruh ke loket ini kemudian kemana lagi gitu ya ikuti saja, mudah kan. Dan pada akhirnya saya melahirkan sesar tidak ada biaya, dijamin semua, alhamdulillah kan,” jelasnya.
Lalu ia juga mengungkapkan perbedaan yang terjadi sebelum adanya Program JKN-KIS. Menurutnya dalam hal kesiapan dana saat sakit, saat ini menurutnya cukup dengan mengeluarkan biaya di awal bulan kita bisa berobat dalam 1 bulan berkali-kali apabila diperlukan. Dirinya juga mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa terdaftar, agar kedepannya masyarakat Indonesia bisa dengan mudah berobat dan lebih sehat.
“Perbedaanya ada dan sebelum Program JKN-KIS pada kesiapan dana dikantong, kalau dulu mau berobat harus memikirkan biayanya, kalau saat ini hanya perlu kartu ini saja sudah cukup, yang penting kewajiban kita awal bulan telah dilaksanakan, mau berobat berkali-kali dalam 1 bulan juga bisa karena kartu kita aktif,” tutupnya. (VM/pm)











