BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 17 Sep 2022 21:23 WIB ·

Sari : Pelayanan Semakin Baik, Masyarakat Indonesia Miliki Jaminan Kesehatan Terbaik


 Sari : Pelayanan Semakin Baik, Masyarakat Indonesia Miliki Jaminan Kesehatan Terbaik Perbesar

BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews,- Sari Harnani (54) seorang ibu rumah tangga saat ditemui Tim Jamkesnews bercerita mengenai pengalamannya menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapatkan pengobatan untuk orang tuanya ke spesialis penyakit dalam di salah satu rumah sakit. Pengalaman ini merupakan yang pertama menggunakan JKN-KIS sehingga tentu dirinya merasakan banyak pengalaman baru yang didapat.

Memiliki jaminan kesehatan yang terjangkau bahkan gratis merupakan dambaan setiap orang, tak terkecuali Sari. Sejak mengetahui adanya Program JKN-KIS dirinya beserta keluarga bahkan orang tuanya sudah terdaftar dan menjadi peserta aktif. Dirinya sadar betul bahwa dengan adanya program baru ini tentu saat ini setiap orang berkesempatan dan memungkinkan untuk berobat ke rumah sakit tanpa biaya. Dirinya mengatakan saat ini masyarakat Indonesia bisa berobat tanpa takut kekurangan biaya karena semuanya sudah ditanggung.

“Alhamdulillah saya dan keluarga sudah terdaftar di kelas 2, bahkan orang tua saya juga sudah terdaftar, kartu kami semua pun aktif. Dari dulu mau ikut asuransi kesehatan tapi biayanya lumayan, sekarang ada JKN-KIS. Pengalaman saya sih belum pernah menggunakan dan jangan sampai menggunakan, namun orang tua pernah menggunakan ke rumah sakit, waktu itu ke spesialis penyakit dalam,” jelasnya.

Terbukanya akses kesehatan yang luas tentu memiliki keuntungan maupun kekurangan, Sari menceritakan saat itupun dirinya sempat bingung mengenai prosedurnya dikarenakan berbeda rumah sakit terkadang berbeda pelayanan dan alur yang dilewati. Namun Sari memaklumi karena memang banyaknya orang yang ingin berobat, perkembangan prosedur dan sarana prasarana di rumah sakit yang masih perlu ditingkatkan.

“Mungkin karena perbedaan rumah sakit, ketentuannya pun dan pelayanannya berbeda. Waktu itu masih awal adanya Program JKN-KIS sehingga prosedurnya masih membingungkan, ditambah banyak orang yang ingin berobat sehingga rumah sakit sangat ramai. Namun setelah berjalan semuanya mudah, pelayanan juga bagus, lebih tertata gitu. Mungkin karena sekarang rata-rata orang sudah paham prosedurnya sehingga tidak semerawut, apalagi ada pengembangan teknologi dan aplikasi sehingga memudahkan,” jelasnya.(VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru