BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews- Memasuki 9 tahun sejak Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) beroperasi di Indonesia, kini manfaatnya kian terasa oleh masyarakat. Salah satunya Rati (33) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Rati beserta keluarga telah terdaftar kedalam Program JKN sejak lama, dan sudah beberapa kali merasakan manfaat yang diterima dalam hal pelayanan medis untuk keluarganya.
Saat berbincang dengan Tim Jamkesnews, Rati menuturkan bahwa dirinya cukup puas dengan pelayanan yang diterima. Menurutnya saat ini berobat bisa dengan tenang dan mudah karena hanya dengan menunjukan kartu saja sudah bisa mendapatkan pelayanan, dirinya bercerita bahwa dahulu untuk berobat memerlukan biaya yang tidak sedikit dan harus membawa uang tunai saat membayar.
“Sudah memiliki ini sejak lama, dan kelas satu terdaftarnya kami sekeluarga. Dari pengalaman saya alhamdulillah cukup puas dengan pelayanan yang diterima, prosesnya pun mudah. Menurut saya yang paling berasa ialah saat pembayaran, karena dulu itu harus bawa uang tunai, terus biayanya juga lumayan mahal dan belum tahu berapa yang akan kita bayar nantinya. Kalo saat ini sudah mudah sekali, datang ke klinik atau rumah sakit juga tenang,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya juga mengajak kepada masyarakat untuk segera memiliki dan membayar iuran Program JKN. Menurutnya iuran yang dibayar merupakan salah satu bentuk memproteksi diri apabila sakit dikemudian hari. Dirinya juga mengingatkan untuk rajin membayar iuran sehingga kartunya tetap aktif dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Rati menuturkan Program JKN yang sudah berjalan saat ini belum sepenuhnya sempurna namun sudah sangat baik dalam melayani masyarakat.
“Kalau menurut saya kelebihan yang kita terima ini sangat banyak, mulai dari prosesnya yang ke klinik terdekat dari rumah, ini kan memudahkan kita agar lebih dekat kemudian fasilitas di rumah sakit rujukan juga cukup memadai dalam memberikan pelayanan, prosedurnya juga mudah. Saat ini mungkin jumlah rumah sakit yang bekerja sama mesti ditingkatkan karena kadang-kadang rumah sakit ramai, entah karena dirujuk ke sana semua atau memang tidak ada pilihan lain rujukannya, itu aja mungkin pendapat saya,” ujarnya sambil tersenyum sekaligus mengakhiri pembicaraan. (VM/pm)











