BEKASIMEDIA.COM – Angka kasus HIV/AIDS tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, merujuk data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), jumlah kasus di wilayah Ibu Kota Jawa Barat itu disebut menembus 12.358 kasus hingga 2021.
Lalu, belakangan solusi poligami sempat dilontarkan wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum diikuti rencana Dinkes Jabar yang ingin menyebarkan 400 ribu kondom untuk menekan angka penyebaran HIV.
Rencana Dinkes Jabar ini ditentang keras oleh Latu Har Hary, Anggota Komisi IV – DPRD Kota Bekasi dari FPKS. Menurutnya, pembagian 400 ribu kondom atau berapapun jumlahnya bukan solusi utama.
“Pembagian kondom ini malah seakan melegalkan hubungan bebas di masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Sekaan pesannya, boleh melakukan hubungan intim asal pakai pelindung (kondom) agar tidak terkena HIV,” katanya, saat dihubungi, Jumat (2/9/2022).
Kalau rencana ini sampai benar-benar dilakukan oleh Dinkes Jabar, kata Latu maka akan menjadi preseden yang buruk nantinya.
“Kondom bukanlah solusi utama dalam mencegah penyebaran HIV. Yang harus dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya HIV bagi diri dan juga keluarga. Terutama akibat hubungan seks yang di luar pernikahan,” ujarnya.
“Masyarakat perlu diedukasi dengan lebih serius lagi terkait bagaimana mencegah HIV, Edukasi HIV yang benar mengenai cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat. Pendekatan agama dan sosial harus benar-benar disinergikan dengan baik,” tegasnya.
Kalau hal tersebut bisa maksimal dilakukan kepada masyarakat, Latu yakin angka penyebaran HIV bisa ditekan dengan signifikan dari tahun ke tahunnya.
“Jangan malah pembagian kondom yang dijadikan sebagai sebuah solusi. Karena itu akan menciptakan permasalahan yang lainnya,” tukasnya. (*)











