BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 11 Agu 2022 11:47 WIB ·

PKS Sentil Susi Pudjiastuti Soal Setop Subsidi BBM Nelayan Kecil


 PKS Sentil Susi Pudjiastuti Soal Setop Subsidi BBM Nelayan Kecil Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI asal Fraksi PKS, drh. Slamet menilai usulan penghentian subsidi BBM bagi nelayan kecil dinilai kurang tepat. Baru-baru ini mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti meminta pemerintah untuk menghentikan subsidi BBM bagi nelayan.

Ia beranggapan bahwa adanya kebijakan subsidi tersebut sama dengan mensubsidi pencuri ikan karena penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran dan cenderung dinikmati oleh para pengusaha bukan kalangan nelayan kecil.

Merespon hal tersebut, Ketua kelompok komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh Slamet menyatakan bahwa pernyataan bos Susi Air tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu sedikit diluruskan. Menurutnya persoalan utama dari kebijakan subsidi BBM ini adalah pengawasannya bukan pada pemberian subsidinya.

“Kebijakan subsidi BBM ini tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus dibarengi dengan pengawasan terkait penyalurannya agar tepat sasaran. Logikanya seperti ada bagian tubuh yang sakit harusnya yang sakit segera diobati bukan malah diamputasi,” ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Politisi senior PKS ini lebih lanjut menguraikan bahwa subsidi bagi nelayan kecil itu harus dipahami sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap entitas kecil seperti nelayan. Adapun jika yang dimaksud adalah pelarang subsidi seperti yang telah banyak digaungkan oleh  peneliti dan sudah sering dibahas dalam konferensi World Trade Organization (WTO) adalah pemberian subsidi kepada sektor private/swasta yang dapat mendorong ekspansi armada perikanan semakin jauh dalam melakukan penangkapan ikan serta turut berkontribusi pada semakin besarnya praktik Ilegal, unreported unregulated (IUU Fishing). Adapun bagi nelayan kecil hal ini dikecualikan.

Slamet yang juga ketua umum Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) menyampaikan bahwa semua pihak perlu bijak dalam menyikapi terkait subsidi ini, tidak boleh serta merta dicabut kebijakan tersebut karena dari tatanan akar rumput kebijakan subsidi masih jadi instrumen yang sangat membantu produktivitas nelayan di Indonesia. Masalah utamanya ada di penyaluran yang tidak tepat sasaran sehingga dengan instrumen pengawasan yang dimiliki pemerintah mekanisme pengawasan ini seharusnya bisa dilakukan dengan efektif.(*)
 
 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru