dr Herlisa Rosana: Tato Mungkin Indah, tapi dari Sisi Kedokteran tidak Bagus

BEKASIMEDIA.COM – dr Herlisa Rosana, dari Klinik RUSLAM Rawamangun & IMS (Islamic Medical Service) ikut membantu memeriksa kondisi kesehatan warga yang ingin menghapus tato di acara Al-Kahfi Peduli yang berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Kreatif (KRK) for Health.

dr. Herlisa menyatakan, bagi sebagian orang, tato mungkin dinilai dari sisi estetika, namun dari sisi kedokteran, kata dia, itu jelas tidak baik bagi kesehatan, terutama kulit.

“Mungkin tato itu estetika menurut mereka. Apalagi kalau kaum hawa mentato di tempat tertentu biar tampak indah. Namun dari segi kedokteran itu tidak bagus untuk kulit. Jadi kan tato itu kulit dibikin luka.
Walaupun menurut mereka cantik.
Dari segi agama, air wudhu juga nggak masuk,” katanya.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar pemilik tato mau menghapus tatonya. Namun sayangnya, karena keterbatasan biaya, orang-orang bertato ini kadang-kadang melakukan penghapusan sendiri dengan cara yang kurang aman.

“Mereka kadang lakukan sendiri karena murah. Kalau dengan laser kan ada biayanya. Kadang mereka hapus dengan zat tertentu yang justru merusak kulit,” ujarnya.

“Kita di sini bantu menghilangkan bekas luka tato supaya bersih lagi. Nampak mulus lagi makanya pakai laser. Kebetulan ada program kami yang gratis,” katanya.

Untuk syarat hapus tato, Herlina menyatakan orang tersebut harus lolos screening kesehatan terlebih dahulu.

“Dari segi medis kita awasi dari sini. Kita lindungi peserta dan operator. Melindungi dari misalnya mereka tidak sehat atau penderita HIV, Hepatitis dan dicek juga gula darah.

“Kami berani menindak jika kondisi kesehatan mereka bagus,” kata Herlisa.

Jadi penghapusan tato ini cukup ketat dan dalam pengawasan dokter.

Adapun tingkatan dalam menghapus tato menggunakan laser, kata Herlisa perlu dipertimbangkan dan dilihat berapa frekuensinya, Karena kalau terlalu dalam malah bisa merusak otot.

Untuk penghapusan sendiri memakan waktu kurang lebih 10-12 kali agar kembali bersih.

“Tapi kembali ke individunya.
Karena kulit manusia sifatnya beda,” katanya.

Herlisa menyarankan, Kalau ada orang belum bertato dan tertarik sebaiknya urungkan niat untuk memiliki atau membuatnya.

“Jangan punya keinginan, karena selain menyakiti diri sendiri di kemudian hari akan sulit melamar kerja dan lain-lain
Nanti dia tidak PD dan Karena pandangan lingkungan,” katanya.

“Yang punya tatto, dihapus tatonya. Tapi kita cuma bisa hapus tato tapi tidak bisa menghapus masa lalu,” tukasnya. (Denis)

IKLAN DI SINI

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipiscing elit dolor

Related Artikel