BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 24 Jun 2022 21:30 WIB ·

KAMMI apresiasi Diskusi Komodo “Dilema Pendidikan Penyandang Disabilitas”


 KAMMI apresiasi Diskusi Komodo “Dilema Pendidikan Penyandang Disabilitas” Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Rubi Lesmana, Ketua Departemen Kebijakan Publik Pengurus Daerah KAMMI Bekasi Kota mengapresiasi kegiatan Diskusi Publik Komunitas Media Online (Komodo) di Balelo Food Garden, Jumat (24/6/2022). Diskusi Publik yang membahas tema “Dilema Pendidikan Penyandang Disabilitas” diakuinya menarik karena jaminan pendidikan di masyarakat pada kenyataannya belum merata.

“Dari saya pribadi diskusi hari ini cukup menarik karena memang banyak masyarakat pendidikannya perlu dijamin dengan jelas sesuai undang- undang. Maka ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk merealisasikan UU tersebut,” kata Ruby ditemui usai acara.

Oleh karena itu, kata dia pemerintah perlu segera merealisasikan aturan yang memang sudah didiskusikan hari ini di Komodo. Supaya masyarakat terjamin pendidikan dengan jelas.

“Termasuk mereka yang disabilitas, harus terjamin pendidikan tanpa pandangan buruk apapun,” jelas Rubi yang juga tengah menempuh pendidikan D3 Manajemen informatika STMIK Bani Saleh.

Ruby menyayangkan karena Pemkot masih kurang melibatkan mahasiswa dalam pembahasan mengenai disabilitas. Padahal, dirinya melihat di kampus-kampus juga banyak penyandang Disabilitas.

“Untuk mahasiswa, dari KAMMI memang belum pernah dilibatkan. Nah kalau itu perlu ditanyakan ke Pemda, kenapa kami tidak pernah dilibatkan?” Katanya.

“Mahasiswa kan sering terjun ke masyarakat. Di kampus sendiri banyak mahasiswa disabilitas. Tapi pelayanan pembelajaran juga masih kurang. Misal pelayanan kursi roda malah disiapkan oleh pihak lain bukan oleh Pemda,” tambahnya.

Saat ditanya alasannya, kemungkinan kata Ruby karena tidak adanya kerjasama, kolaborasi antar lembaga dan pemerintah padahal masalah tidak akan bisa diselesaikan sendiri-sendiri. “Memang tidak bisa bertindak sendiri, Harus kolaborasi. Padahal mahasiswa konsen di bidang pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan instansi terkait bisa berkolaborasi, misalnya mahasiswa dengan stakeholders demi merealisasikan kewajiban pemerintah terutama yang termuat dalam Peraturan daerah. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru