BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Apr 2022 03:40 WIB ·

Prospek Gaji Profesi IT Lima Tahun yang Akan Datang


 Prospek Gaji Profesi IT Lima Tahun yang Akan Datang Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pasar layanan Teknologi Informasi Asia: prospek di masa depan, bahkan sebelum terjadi pandemi, spesialis Teknologi Informasi yang mencukupi tidak tersedia, dan setelah dimulainya transisi sebagian besar bisnis ke bidang online, kekurangan tenaga profesional di bidang ini menjadi lebih akut.

Perusahaan secara aktif melakukan digitalisasi, ada yang masih membangun infrastruktur bisnis online mereka, dan ada yang telah menikmati pertumbuhan bisnis onlinenya untuk berkembang lebih jauh. Namun kedua tipe ini tetap membutuhkan spesialis level menengah dan senior yang berpengalaman dan, seperti yang ditunjukkan pada praktik keseharian, para pebisnis ini tidak begitu menyambut perekrutan tenaga kerja level junior, meskipun ketersediaan tenaga junior lebih banyak beredar di pasar tenaga kerja. Biro Statistik Tenaga Kerja AS memperkirakan bahwa dari tahun 2020 hingga 2030, jumlah karyawan di sektor komputer dan teknologi informasi akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan industri lain mana pun, dan akan meningkat setidaknya 13%. Kawasan Asia-Pasifik, yang secara aktif mengikuti digitalisasi, akan mengalami pertumbuhan kebutuhan terbesar di dunia.

Saat ini, negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, dan lainnya merupakan leader dalam kategori negara-negara yang memiliki keahlian terbaik dan pengalaman teknologi yang kaya. Namun, permintaan akan tenaga profesional Teknologi Informasi, baik di negara-negara ini maupun di negara-negara lainnya di kawasan Asia masih belum sesuai dengan pasokan, walaupun tingkat gaji mereka rata-rata $25.000 per tahun lebih tinggi jika dibandingkan dengan para spesialis negara-negara di Eropa. Menurut laporan Digital Talent Insight 2022, Asia akan menghadapi kekurangan sebanyak 47 juta spesialis teknis pada akhir dekade ini [2].

Tentunya kondisi ini akan menjadi ceruk pasar yang sangat besar potensinya bagi mereka yang ingin berkembang di bidang Teknologi Informasi.
Belum lama ini, jejaring sosial terkenal LinkedIn menerbitkan laporan “Jobs on the Rise 2022” dan mengungkapkan lowongan pekerjaan yang paling banyak diminta selama lima tahun terakhir di Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Di antaranya adalah analis data, developer, dan spesialis keamanan siber[3].
Jelas sekali bahwa dengan pesatnya digitalisasi saat ini di semua bidang ekonomi, yang juga dipercepat oleh pandemi, kebutuhan akan spesialis ini tidak akan hilang di mana pun dan hanya akan tetap tumbuh di tahun-tahun mendatang.
Siapa, apa dan berapa banyak: profesi dan upah kerja
Dengan kata lain, personel Teknologi Informasi yang berbakat dan berkualitas akan menjadi landasan dan akan terbukti menjadi aset utama dari setiap bisnis yang ingin mengikuti perkembangan dunia digital. Beberapa profesi yang paling banyak dicari di bidang teknologi tinggi yang ingin kami fokuskan adalah sebagai berikut:

1. Analis Data
Seorang tenaga analis data bertugas untuk mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan menafsirkan data untuk membantu sebuah bisnis/perusahaan membuat keputusan yang efektif dan menghindari kesalahan yang fatal, mahal dan memakan waktu. Analis data tidak hanya melakukan pengujian A/B dan membangun model dengan menguji hipotesis. Mereka mengetahui dan memahami proses bisnis dan mampu mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan. Spesialis seperti ini dapat secara signifikan meningkatkan profitabilitas perusahaan dan itulah sebabnya mereka sangat dihargai.
Keterampilan yang diperlukan: Python, Jupyter Notebook, SQL, Tableau, pengujian A/B, keterampilan analitis, visualisasi data, dan keterampilan komunikasi

2. Arsitek Solusi Cloud (Cloud-engineers)
Migrasi bisnis ke cloud memberikan lebih banyak peluang untuk pengembangan: penyimpanan data yang lebih optimal, pemrosesan data, pengujian produk baru, dll. Tugas seorang insinyur cloud mencakup beberapa hal, mulai dari mengembangkan perangkat lunak cloud atau mentransfer solusi yang sudah jadi ke dalam cloud, sampai membuat dukungan perangkat lunak dasar. Namun dalam bisnis, secara umum, “kebutuhan akan “prajurit universal” yang dapat melakukan segalanya” lebih besar tentunya.

Keterampilan yang diperlukan untuk menjadi spesialis seperti ini: Python, Java, C++, keterampilan database, pemahaman jaringan dan penyimpanan, pengetahuan tentang protokol
3. Spesialis Keamanan Cyber
Dalam realitas saat ini, serangan siber (dunia maya) menjadi semakin canggih. Untuk mencegah ancaman mereka, memastikan keamanan sistem TI, dan menjaga kerahasiaan data merupakan tugas utama spesialis keamanan siber.
Keterampilan yang diperlukan: Python, Bash, bekerja dengan sistem deteksi intrusi, perlindungan informasi kriptografi, kebijakan keamanan dan akses

Kisaran gaji para profesional ini di negara-negara Asia bervariasi dari $3.000 (USD) hingga $11.000 (USD) per bulan tergantung pada tingkat pendidikan, pengalaman, keterampilan, jenis kelamin, atau lokasi. Gaji rata-rata sekitar $ 7.000 (USD) bisa diraup para spesialis level menengah yang telah bekerja di bidang ini selama sekitar 2 tahun. Selain itu, kenaikan gaji di area ini diperkirakan akan meningkat sekitar 10% setiap 1,5 tahunnya.

4. Chief Marketing Technologist
Posisi yang relatif baru namun lebih menjanjikan adalah Chief Marketing Technologist, yaitu spesialis yang menciptakan model bisnis pemasaran digital dan bertanggung jawab atas pemilihan, evaluasi, dan pengelolaan teknologi pengembangan pemasaran. Pilihan perangkat lunak oleh tim pemasaran, konfigurasinya, dan operasi selanjutnya menentukan bagaimana perusahaan bisa eksis di mata konsumen dan bagaimana konsumen bisa muncul di mata perusahaan. Saat ini, anggaran bisnis yang sangat besar dialokasikan untuk bidang ini.

Keterampilan yang diperlukan: pengalaman dalam manajemen Teknologi Informasi atau pengembangan perangkat lunak, pengetahuan tentang pemasaran
Bidang fintech yang berpotensi tinggi dalam menarik investasi
Pada tahun 2021, sektor fintech mencatat rekor jumlah transaksi investasi, termasuk di kawasan Asia-Pasifik, dan khususnya di Asia Tenggara. Menurut laporan KPMG terbaru “Pulse of Fintech”, jumlah transaksi ini telah mencapai $27,5 miliar.

Aliran besar investasi masuk ke fintech karena meningkatnya minat pada cryptocurrency, blockchain, teknologi pembayaran, dan keamanan siber. Pengembangan dan dukungan dari bidang ini jelas tidak mungkin tanpa spesialis Teknologi Informatika yang akan tertarik pada tekfin dengan harga berapapun yang diminta. Selain itu, perlu dicatat bahwa Cina dan India hanya memiliki sejumlah besar konsumen layanan keuangan, karena populasi dua negara ini berkisar sekitar 36% dari total populasi Bumi, sementara GDP mereka mencapai $16 triliun (USD). Sedangkan negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Filipina, ketersediaan layanan keuangan yang saat ini beredar secara terbatas di pasar region ini, hanya dapat kita simpulkan, bahwa Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang paling menjanjikan untuk infus investasi dan pengembangan ceruk non-perbankan. Dapat dikatakan bahwa hal ini merupakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pengembangan lingkungan digital, yang bagaimanapun juga, didukung dengan cukup baik di tingkat pemerintahan masing – masing negara.

Selain fintech, tentu patut diperhatikan bidang teknologi lainnya – terutama telekomunikasi dan segala sesuatu yang dilakukannya untuk mengimplementasikan konsep “Industry 4.0” (pengenalan Teknologi Informatika ke dalam industri dan penciptaan produksi “smart”): IoT , IA, 5G, pLTE dan robotisasi. Pada tahun 2018, aliran investasi asing mengalir langsung dalam pertumbuhan industri Asia adalah $62 miliar (USD). Pada tahun 2020, di tengah pandemi, turun menjadi $22 miliar (USD), tetapi sekarang dengan cepat sedang mendapatkan momentum lagi.
Dan, tentu saja, Anda tidak bisa mengabaikan e-commerce. Pada tahun 2021, investasi di bidang ekonomi Internet di Asia Tenggara saja memecahkan semua rekor sebelumnya dengan mencapai $15,5 miliar (USD). Dan yang berperan sebagai pemimpin pasar dunia dan regional dengan total volume perdagangan ritel online, tidak diragukan lagi, dimainkan oleh China. Namun, Jepang, Korea Selatan, Singapura, India, dan Indonesia juga sedang mengembangkan platform penjualan online mereka sendiri. Di antara situs Asia paling terkenal yang secara aktif menggunakan berbagai solusi Teknologi Informasi adalah AliExpress dan Taobao sebagai bagian dari Alibaba Group, JD.com, BuyInCoins, TinyDeal, dan banyak lainnya.

Tentu saja, permintaan akan spesialis Teknologi Informasi tidak terbatas pada bidang-bidang ini saja. Saat ini, secara harfiah di setiap industri ada dan akan ada perusahaan yang bersedia membayar proses digitalisasi sebanyak yang diperlukan, dan sebanyak yang diinginkan oleh seorang ahli profesional yang mereka percayai. Dan ini akan menjadi suatu praktik umum yang lumrah dan “new normal”.

 

Tulisan ini dibuat oleh Roman Kumar Wias, Pendiri Perusahaan Pendidikan Refocus

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru