BEKASIMEDIA.COM – Kasus Covid-19 di Kota Bekasi mengalami lonjakan kembali. Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk siswa sekolah Kota Bekasi yang selama ini sudah berjalan, akan tetap dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen.
Dinas Pendidikan Kota Bekasi bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan Seluruh Kepala Sekolah di Kota Bekasi telah melakukan rapat mengenai evaluasi proses PTM.
“Alhamdulillah PTM berjalan lancar. Belakangan ini memang terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada masyarakat, tetapi kita dari mulai desember lalu sudah melakukan PCR acak tiap satu bulan sekali.” ujar Inayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Dari hasil evaluasi, ditemukan satu atau dua siswa sekolah yang terkena virus Covid-19. Bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment) terhadap siswa dan guru untuk mengetahui asal mula terpaparnya.
“Harus dicek dulu melakukan 3T, jadi misalnya ada satu yang positif lalu di cek satu kelas tidak ada yang positif.” ujarnya.
Jika ditermukan satu dan dua kasus pada siswa, hanya siswa yang bersangkutan diliburkan dan belajar dari rumah. Terkecuali kasus yang terpapar berada diatas 5 persen, sekolah akan ditutup dan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 14 hari.
Persiapan sekolah sesuai SKB 4 Menteri sebenarnya secara keseluruhan sudah siap. Namun, untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi dan program PTM terlaksana, Dinas Pendidikan Kota Bekasi dengan kebijakan Plt Wali Kota Bekasi tetap memberlakukan PTM berkapasitas 50 persen.
“Saat di sekolah waktunya terbatas, maka kita berharap dapat bekerja sama dengan masyarakat, termasuk orang tua, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya benar-benar melakukan pengawasan terhadap siswa atau anaknya. Siapapun itu harus saling menjaga dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, terutama pakai masker.” ujarnya.
Saat ini menurut Laporan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19, Kota Bekasi telah tercatat kasus aktif ada 4.013 kasus, kesembuhan ada 85.515 kasus, dan kematian 1.139 kasus sampai data hari Sabtu (30/1/2022).
(Putri Atika Chairulia)











