Menu

Mode Gelap
Maju Jadi BCAD, Siti Mukhliso Berguru ke Anggota DPRD Pengumpul Suara Terbanyak Indomilk Gelar “Coffeepreneur” Figur Tokoh Reformasi Amien Rais Masih Jadi Pendulang Suara Partai Ummat Aji Ali Sahbana Sebut ‘Anies Effect’ Jadi Kunci Kemenangan Nasdem Kota Bekasi Di Pileg 2024 Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bekasi Klaim Kadernya Solid, Sinyalir Ada Upaya Gembosi Partai

Berita · 20 Des 2021 18:01 WIB ·

Gotong Royong Demi Keberlangsungan JKN-KIS


 Gotong Royong Demi Keberlangsungan JKN-KIS Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Bekasi, Jamkesnews – Gotong Royong, sesuatu hal yang sangat mendasar di masyarakat Indonesia sejak lama. Tanpa disadari bahwa negara ini berdiri karena sikap gotong royong yang sangat kuat di setiap lapisan masyarakat. Sama seperti lahirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, merupakan salah satu badan pemerintah yang menerapkan sistem gotong royong dalam pengelolaannya.

Pada Kamis (27/02), Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang dengan Ibu Hana Kristiani, seorang ibu rumah tangga yang telah terdaftar di Program JKN-KIS. Dirinya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali, suatu jaminan kesehatan yang dikelola pemerintah dan memberikan manfaat mendasar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Sangat penting sekali untuk kita ikut jadi peserta JKN-KIS ini, kalau sewaktu-waktu kita sakit, jadi ada jaminannya. Suatu hal yang mendasar di hidup seseorang ialah hidup sehat, dengan sehat kita bisa beraktivitas apapun, namun apabila sakit kemudian tidak memiliki uang, darimana kita bisa berobat untuk menyembuhkan sakit tersebut. Oleh karena itu fungsi dari suatu jaminan ialah disaat kita sakit,s udah tidak perlu memikirkan biayanya, karena sudah ada yang menanggung,” ujar Hana.

Selain sifatnya saling gotong royong, juga sebagai antisipasi biaya berobat kedepannya, program ini menurutnya sebagai program amal. Karena tanpa sadar iuran yang sudah kita bayarkan bisa digunakan untuk masyarakat lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Program ini seperti program amal juga, contohnya begini kita bayar iuran kemudian belum sakit, tapi disaat itu ada seorang kepala keluarga yang membutuhkan pengobatan besar, kalo itung-itungan dari iuran dia sendiri aja belum nutup, tapi ada iuran saya dan masyarakat lain yang belum menggunakan iurannya untuk berobat, sehingga pengobatan dia bisa dijamin, bisa sembuh, bisa menafkahi keluarganya lagi, insya allah itu pahala buat kita,” lanjutnya.

Tak dipungkiri masih ada beberapa temannya yang tidak rajin bayar iuran atau bahkan belum terdaftar. Menurutnya hal tersebut yang merugikan dirinya sendiri, karena selain iurannya membengkak karena akumulasi, bisa juga malah tidak dijamin di fasilitas kesehatan karena kartunya tidak aktif.

“Ada teman saya yang tidak rajin bayar, ada juga yang ketika sakit, barulah dia daftar jadi peserta JKN-KIS. Sedangkan yang saya tahu ada masa aktivasi 14 hari, nah udah sakitnya sekarang terus kartunya baru bisa dipakai 2 minggu lagi, oleh karena itu daftarlah sebelum sakit,” tutupnya. (DA/pm)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di 2023, Bank Muamalat Incar Pembiayaan Perumahan

2 Februari 2023 - 22:18 WIB

Nonton Musisi Kesayangan, Ini 7 Tips Nonton Konser!

1 Februari 2023 - 20:09 WIB

Maju Jadi BCAD, Siti Mukhliso Berguru ke Anggota DPRD Pengumpul Suara Terbanyak

31 Januari 2023 - 09:28 WIB

Pocky Berevolusi Menjadi #NextLevelPocky Dengan Rasa Lebih Enak, Renyah, dan Lebih Banyak Serat

30 Januari 2023 - 23:09 WIB

Indomilk Gelar “Coffeepreneur”

30 Januari 2023 - 22:19 WIB

Keluarga Bekasi Perlu Tingkatkan Ketahanan Keluarga

29 Januari 2023 - 18:57 WIB

Trending di Berita