Rabu, Desember 1, 2021
Beranda Opini PD (Partai Demokrat) Baper dan Gagap, Tanda Tak PD (Percaya Diri)...

[OPINI] PD (Partai Demokrat) Baper dan Gagap, Tanda Tak PD (Percaya Diri) dan Nalar Tak Jalan

Melihat respons dari PD (Partai Demokrat) yang baper dan gagap dengan membabi buta menyerang Prof Yusril hingga urusan pribadi, hanya karena menjadi lawyer bagi empat orang kader demokrat yang dipecat dan merasa didzalimi menunjukkan ketidak-PD-an (percaya diri) dan nalar yang tak jalan. Hal ini tentu membingungkan melihat karakter pak SBY yang biasanya tenang dan penuh pertimbangan, namun sekarang terlihat gagap dan baper.

Apakah ini karena sosok Prof YIM yang memang guru besar hukum tata negara ataukah memang sebenarnya PD sudah mengetahui dan menyadari kesalahan dan kelemahan mereka dengan menyusun AD/ART yang menabrak Undang-Undang?

Ketidak-PD-an dan kegagalan nalar itu terlihat pertama, PD tidak bisa membedakan mana pemohon dan mana lawyer Prof YIM sesungguhnya hanya sebagai lawyer yang mewakili kepentingan hukum 4 orang tersebut yang menjadi pemohon uji materiil dan formil AD/ART PD, maka pemohonnya adalah 4 orang tersebut bukan Prof YIM. Anehnya dan baru pertama kita lihat serangan justru diarahkan kepada sosok lawyer bukan kepada sosok pemohon apalagi bicara mengenai isi permohonannya. Aneh, kan?

Kedua, PD membawa-bawa isu kudeta dan KSP Moeldoko. Padahal masalah permohonannya adalah pendzaliman kepada 4 kader PD yang dipecat bukan bicara mengenai siapa kepengurusan yang sah. Dalam isi permohonan juga tertera jelas nama dan alamat para pemohon, tidak ada nama Moeldoko di sana. Apakah PD sedang menggunakan jurus andalannya dengan playing victim guna mengemis simpati publik? Basi ah!

Ketiga, PD menyerang dan menyinggung PBB (Partai Bulan Bintang). Nah ini lebih kacau lagi nalarnya. Prof YIM sebagaimana kita ketahui berprofesi sebagai lawyer, beliau menjadi lawyer 4 orang tersebut dalam kapasitas beliau sebagai lawyer profesional bukan sebagai Ketua Umum PBB. Prof YIM banyak diminta menjadi lawyer dalam urusan partai lain, seperti kasus Aburizal-Agung Laksono di Golkar, Djan Farid-Romy di PPP dan masih banyak kasus lainnya termasuk gugatan para calon kepala daerah di Pilkada. Bukan berarti PBB ikut campur urusan Golkar, PPP dan lainnya tapi kita lihat semuanya mampu bernalar dan bertarung di pengadilan dengan argumen dan fakta hukum. Tidak ada yang kemudian menyerang pribadi Prof YIM apalagi PBB. Kok Demokrat nyerang PBB ya? Kurang minum aq** kayaknya. Apa kebanyakan rebahan gegara PPKM? Ah sudahlah.

Keempat, Prof YIM sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara dengan segala kecerdasan dan niat baiknya mencoba melakukan terobosan hukum yang tidak pernah ada sebelumnya. Sehingga permohonan 4 orang ini akan menjadi benchmark terhadap kasus serupa yang mungkin terjadi dikemudian hari. Sehingga permohonan ke Mahkamah Agung ini sebenarnya bukan hanya mengenai PD tetapi mengenai bagaimana memperbaiki tata kelola partai politik agar tertib sesuai dengan perintah Undang-Undang. Kalau PD memang berpikir yang terbaik untuk bangsa, harusnya hadapi saja di MA dengan PD (percaya diri) jangan justru menghindar dan mengalihkan isu ke sana kemari demi menyelamatkan diri sendiri.

Kalau kata Andi Arief, “tua adalah kelelahan dan pragmatisme!” dengan kegagapan dan nalar yang tak jalan, sekarang siapa yang kelihatan lelah dan pragmatis? Mungkin Andi Arief sedang…..ah sudahlah….

Randy Bagasyudha
Ketua DPP Partai Bulan Bintang

RELATED ARTICLES

Most Popular