BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 20 Sep 2021 18:28 WIB ·

Fatimah Merasakan Mudahnya Pelayanan Saat Pakai JKN-KIS


 Fatimah Merasakan Mudahnya Pelayanan Saat Pakai JKN-KIS Perbesar

Narasumber : Fatimah

Bekasi, Jamkesnews – Program Jaminan Kesehatan Nasiaonal – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang digaungkan pemerintah dari tahun 2014 melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai badan pemerintah yang ditunjuk menyelenggarakan jaminan kesehatan semakin banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada Kamis (17/06) Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang dengan salah satu Peserta Program JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Seperti diketahun dalam Program JKN-KIS dikenal 2 segmen besar yaitu Non PBI dan PBI, kemudian dalam Non PBI terbagi ada PPU (Peserta Penerima Upah) dan PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) sedangkan dalam PBI terbagi PBI APBN dan PBI APBD. Fatimah (62) seorang ibu rumah tangga yang telah terdaftar dalam segmen PBI sejak tahun 2014 menceritakan pengalamannya kepada Tim Jamkesnews.

“Alhamdulillah sudah punya JKN-KIS mas, walaupun yang kelas 3 dan gratis namun bersyukur banget. Awalnya waktu itu ada pendataan dari RT, diminta kumpulin lah syarat-syaratnya, yaudah saya kumpulin terus diserahkan ke Ketua RT, tidak lama dari itu kartunya dapat dari Ketua RT untuk sekeluarga sudah terdaftar semua,” jelasnya.

Menjelaskan lebih lanjut, dirinya mengatakan merasakan perbedaan kemudahan akses pelayanan kesehatan sebelum dan sesudahnya adanya memiliki JKN-KIS. Fatimah pun bercerita saat dahulu berobat ke Puskesmas menjadi pasien umum karena ia belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk berobat dan membayar penuh biaya pengobatan di Puskesmas, karena dirinya menjadi pasien umum.

“Saya sangat bersyukur sekali. Sekarang dengan adanya kartu ini, saya jadi lebih mudah untuk berobat. Dulu sebelum adanya JKN-KIS, untuk berobat aja harus memikirkan biayanya dulu. Tapi sekarang, dengan pake JKN-KIS jadi lebih mudah dan ga perlu lagi memikirkan biaya berobat. Cukup membawa kartu ini aja untuk berobat,”ujar fatimah lebih lanjut.
Fatimah juga berharap masyarakat yang belum terdaftar untuk segera mendaftar, dirinya menyarankan apabila yang mampu untuk mendaftar peserta PBPU, sehingga benar-benar masyarakat tidak mampu yang masuk kedalam tanggungan pemerintah.

“Masyarakat menengah keatas yang terdaftar sebagai peserta kelas 3 yang gratis juga ya kalau bisa pindah ke yang bayar gitu, jadi kuota yang gratisnya bisa digunakan masyarakat lain yang membutuhkan, kasian kan kalo masih ada yang belum terdaftar karena tidak mampu namun kuota dari pemerintah yang gratis sudah terpenuhi,” tutupnya. (VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru