Selasa, April 13, 2021
Beranda Nasional Ketua DPRD Harapkan Mahasiswa Kritis Terhadap Kebijakan Pemerintah

Ketua DPRD Harapkan Mahasiswa Kritis Terhadap Kebijakan Pemerintah

BEKASIMEDIA.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Joewono Putro menghadiri rangkaian acara Senior Course Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Bekasi dengan tema “Menghasilkan Sumber Daya Instruktur untuk Menjadi Rahim Pengaderan, Islamic Center Bekasi, Sabtu, 6 Maret 2021.

Menurut pria yang pernah kuliah di Jepang, mahasiswa merupakan bagian kekuatan Indonesia dari masyarakat.

“Dia menempati posisi penting sehingga menyandang gelar Irons stock, moral cost, intelectual cost, agent of changes, director of changes. Cenderung lebih menggujakan director of changes, memberikan direksi, memberikan arah dalam perubahan bangsa ini,” ujar lulusan Graduate School of Gifu.

Apalagi mahasiswa sekarang tidak mengalami orde baru, harusnya paling alergi atau rentan dan sensitif dalam demokrasi hari ini.

“Sebagian filsuf mengatakan, apabila masyarakat sudah menderita sementara tidak ada suara dari kaum muda maka mati masyarakat tersebut,” kata pria yang pernah mencicipi kampus STAN.

Menurutnya memang perubahan bangsa ini tidak terlepas dari mahasiswa.

“Sejak tahun ‘66, kemudian Malari, reformasi 1998, 2004 disebut fase kedua, terakhir saat Presidium Alumni 212. Selebihnya banyak terjadi perpecahan di antara mahasiswa. Sehingga, tidak ada isu bersama antar mahasiswa,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya masuk ke politik karena kecelakaan. Sebelumya seorang peneliti BPPT. “Baru PKS merekrut sebagian profesional,” katanya

Ia mengatakan bahwa kita merasakan suasana hari ini yang sangat drastis kemunduran dalam kebebasan berekspresi, kebebasan sipil.

“Kita tidak melihat kekuatan kritis dari tubuh partai. Saya tidak melihat dari PKS, tapi kita memang membutuhkan nafas kekuatan oposisi dalam penyelenggaraan negara ini,” ujarnya di hadapan puluhan anggota HMI dari seluruh Indonesia.

Bukan hanya itu, Hukum hanya untuk penegak hukum semata, ini menjadikan hukum tebang pilih.

“Ini saya nggak tahu, bagaimana kita merasakan ini. Apakah ini hanya saya lihat sendiri, apakah adik-adik mahasiswa. Seperti kasus kehilangan nyawa, apapun namanya tanpa ada pembelaan negara. Saya nggak tahu bagaimana kita melihat ini. Sekarang kita menghadapi kekuatan penegak hukum masuk ke ranah publik, bahkan ke dunia maya dan negara menggunakan buzzer sangat masif sehingga menimbulkan masalah. Ini yang terjadi harus dicermati oleh kalangan pemuda dan mahasiswa, sehingga muncul gerakan rekonstruksi kausalitas mahasiswa,” kata pria yang memakai totopong ini.

100 Tahun Gerakan Pemuda

Jika 1928 ditandai sebagai Sumpah Pemuda atau bisa disebut juga gerakan mahasiswa kita hitung, kata pria yang biasa disapa Bang Choi, berarti gerakan pemuda sudah berusia 100 tahun.

“Oleh karena itu diperlukan misi bersama dengan mahasiswa. Maka puncaknya gerakan mahasiswa harus ditandai pada pilpres 2024 nanti. Saya menghendaki bahwa bonus demografi harus dipercepat,” katanya menegaskan.

Menurut Bang Choi, adik-adik HMI mempunyai potensi luar biasa. Jika diperhatikan agenda utama adalah menyusun gerakan bersama.

Apalagi salah satu peserta dari Semarang mengatakan bahwa dirinya pernah ditangkap karena UU Cipta kerja.

“Saya pernah merasakan dinginnya penjara. Saat demo di Semarang. Di HMI kami diajarkan kritis, tidak takut ditangkap,” katanya penuh semangat.

Mendengar hal itu, Bang Choi mengatakan memang harus ada konsolidasi antar mahasiswa. Mahasiswa harus melihat momentum,
karena setiap momentum harus adanya kematangan.

“Ciri khas gerakan mahasiswa adalah rmandirian. Kemandirian dalam berpikir kritis, karena kekuatan kritis partai politik sekarang sangat minim,” katanya.

Ia juga berpesan kita melihat sesungguhnya mahasiswa adalah kelompok elit di kalangan pemuda. Mereka mempunyai peran strategis dalam mendorong perubahan di Indonesia.

“Hari ini dalam acara HMI kita mengingatkan bahwa bangsa tersebut perlu digelorakan, sterilisasi sehingga terjadi stagnasi lemahnya kekuatan oposisi di pemerintahan yang seharusnya dijangkau oleh para politikus yang duduk DPR RI dapat mereka emban,” katanya.

Tugas yang berat memang, kata dia, sehingga dibutuhkan konsolidasi dikalangan mahasiswa. Mereka harus memiliki agenda bersama dengan seluruh kekuatan mahasiswa.

“Sehingga rekontruksi kausalitas gerakan mahasiswa dalam membangun masa depan Indonesia sehingga muncul kekuatan Civil Society atau sipil yang masyarakat madani di mana daya kritis masyarakat yang muncul sebagai penyeimbang. Genuine, yang sangat dekat aspirasi dapat menyuarakan kepada masyarakat. Hari ini seharusnya bukan negara kekuasaan tapi negara yang mau mengatur sesuai keinginan negaranya. Masalah inilah yang kita hadapi hari ini,” katanya.

Ia berharap acara HMI ini bisa menyadarkan kita semua khususnya gerakan mahasiswa bahwa mereka adalah moral cost, intelectual cost tidak hanya agent of changes tapi juga director of change.

Adil dari BPL HMI mengatakan sengaja mengundang Bang Choi untuk memberikan semangat kepada calon-calon instruktur HMI.

“Peserta dari seluruh Indonesia. Mereka adalah yang terpilih dan sudah seleksi. Oleh karen itu membutuhkan figur Bang Choi untuk memberikan semangat untuk menghadapi tantangan ke depan,” kata pemuda yang masih menjadi mahasiswa ini.

Diketahui bahwa kegiatan Senior Course HMI dihadiri 24 peserta dari penjuru Indonesia dan diseleksi ketat selama 12 hari. Acara ini juga dihadiri oleh Choiruman J Putro sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi. (*)

RELATED ARTICLES

Most Popular