BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Mar 2021 13:33 WIB ·

BMSDA Dorong Usulkan Pembebasan Lahan dan Penetapan Lokasi Polder Bekasi Barat


 Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Zainal Abidin Perbesar

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Zainal Abidin

BEKASIMEDIA.COM – Rencana pembangunan polder sebagai solusi penanggulangan banjir yang kerap kali terjadi di kota Bekasi juga menjadi fokus dalam perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

Ditemui di kantornya, Kepala Bidang SDA Zainal Abidin menyatakan pihaknya akan segera mendorong dinas terkait untuk mengusulkan pembebasan lahan dan penetapan lokasi bakal dibangun Polder khususnya di wilayah kecamatan Bekasi Barat.

“Sinkronisasi rencana pembangunan BMSDA juga akan dorong dengan usulan untuk pembebasan lahan dan penetapan lokasi (Penlok) ke Disperkimtan rencana pembangunan polder di Kranji,” ujarnya kepada bekasimedia.com Jum’at, (5/3/2021)

“Memang polder ini kan menjadi prioritas hanya saja ada tahapan prosesnya, yang pertama perencanaan, mungkin tahun ini dimasukkan dalam bidang perencanaan artinya untuk tahun ini masuk dalam proses perencanaan. Kemudian tahun depan saya berharap adanya penganggaran untuk pembebasan lahan dan ini domainnya Disperkimtan,” tambahnya.

Kata Zainal jika konstruksi pembebasan lahan juga dianggarkan pelaksanan bisa berjalan secara simultan. Namun jika di tahun 2022 belum juga dianggarkan berarti masuk ke tahun sesudahnya.

Terkait spesifikasi polder, BMSDA akan melakukan kajian dahulu kemudian hasil kajian akan di-ekspose di bagian perencanaan. “Kalau bagian pertanahan kan hanya butuh luas area saja dan potensinya di mana, akan tetapi nanti konsultan yang lebih detail menjelaskannya, kalau kita di sini hanya gambaran umum saja,” katanya.

Berbicara polder, maka berkaitan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) karena perlu perencanaan yang komprehensif dari hulu ke ilir. “Dari polder yang ada sebetulnya kita sudah melakukan action dan action itu juga ada tahapannya. Kita melihat dengan polder yang ada masih juga terjadi banjir, artinya, pertama, kapasitas kali itu sudah tidak bisa menampung dan kita tampung di polder. Kita bisa lihat ketika daerah itu banjir poldernya penuh tidak? kan penuh juga, berarti kita akan kaji lagi, dalam arti perlu penambahan polder, atau perlu pengerukan kali ataupun pelebaran,” ujarnya.

“Dari tahun ke tahun memang kendala atau tahapan yang harus kita tempuh adalah pembebasan lahan dulu seperti halnya yang di Kranji ini. Sedangkan usulan anggarannya kalau bisa di ABT tentu kita lihat juga kondisinya,” imbuhnya.

Menurut Zainal seluruh kecamatan ada permintaan pembuatan polder air sebagai alternatif mengurangi limpasan pada saat curah hujan tinggi. Salah satu solusinya adalah menampung air dahulu. “Jika hujan sudah reda bisa dialirkan lagi ke kali dan polder kembali dikosongkan, karena wilayah Bekasi relatif datar.” Pungkasnya. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru