Selasa, April 13, 2021
Beranda Berita Nasib Ratusan Ahli Waris Terancam tak Dapat Santunan Kematian Covid, Ini Kata...

Nasib Ratusan Ahli Waris Terancam tak Dapat Santunan Kematian Covid, Ini Kata Dinsos Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Nasib 273 ahli waris yang mengajukan data anggota keluarga yang meninggal karena covid19 di kota Bekasi menjadi sorotan. Bantuan yang sedianya akan diberikan oleh Kemensos, mendadak dibatalkan. Dinsos kota Bekasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima surat edaran pembatalan pemberian santunan.

Albert Tandaju, Kasie Perlindungan Bencana Sosial Dinsos Kota Bekasi menyatakan pihaknya sempat menerima perintah dari Dinas Provinsi Jabar untuk mendata ahli waris yang anggota keluarganya meninggal akibat covid19. Sejatinya bantuan santunan untuk ahli waris sudah diumumkan sejak awal pandemi. Namun dasar hukumnya baru diterbitkan Kementerian Sosial pada Juni 2020.

“Juni 2020, saya didatangi Pak Kabid Zaini minta tolong untuk mendata orang yang meninggal karena covid. Saat itu saya tanya suratnya mana katanya tidak ada. Juli disuruh mendata lagi. Saya menolak karena kekuatan hukum suratnya. Akhirnya dikasih surat edaran dari Kemensos,” kata Albert Kepada Bekasimedia, (25/2/2021).

Agustus 2020 ada beberapa warga (ahli waris) yang melakukan pengajuan ke Dinsos. Saat ditanya, Albert menyatakan warga banyak mengetahui informasi dari internet bahwa pencairan santunan bisa melalui Dinsos.

Akhirnya Dinas Sosial Kota Bekasi mendata dan mengajukan sekitar 139 orang pada Januari 2021. Hingga saat ini Dinsos mencatat sudah bertambah menjadi sekitar 237 ahli waris yang mengajukan santunan sejak Oktober 2020.

Hanya saja, secara mendadak, Kemensos membatalkan bantuan tersebut melalui surat edaran Kementerian Sosial yang menyatakan santunan bagi ahli waris yang anggota keluarganya meninggal akibat covid tidak dialokasikan dalam APBN 2021.

“Tanggal 16 Februari saya ke Kemensos tanggal 18 ada surat penolakan. Sebenarnya saya tidak pantas ke sana harusnya Kepala Dinas, tapi saya apa boleh buat sampai saya dilarang bertemu dengan direktur, saya tidak marah cuma saya tanyakan kepastian aturan hukumnya, jangan masyarakat disiasati dengan cara melalui Google, akan dibantu santunan lalu kenyataannya tidak ada,” ujar Albert.

Dinsos yang sudah menerima banyak pengajuan dari warga merasa terbebani karena pendataan sudah dilakukan dan warga sudah pasti menunggu pencairan dana santunan.

Albert menyayangkan pembatalan Bansos tersebut karena ia menilai pengorbanan ahli waris mengumpulkan berkas-berkas administrasi kematian anggota keluarga pasti melelahkan dan harus dihargai.

“Bukan soal indikasi lain-lain. Cuma ahli waris sudah rela berkorban.
Padahal lagi sakit covid. Dia tinggalkan cucu ngurusi ahli waris.
Ini yang harus dipikirkan. Kenapa nggak jauh-jauh hari dipikirkan? Emang negara apa tidak punya uang? Paling tidak hargai upaya masyarakat mengurus administrasi kematian,” tukasnya. (Denis)

RELATED ARTICLES

Most Popular