fbpx

Andai G30S/PKI Tidak Gagal, Apa yang Akan Terjadi di Indonesia?

Seandainya dulu Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil dengan sukses melakukan agendanya di 30 September 1965, apa yang akan terjadi ya dengan negeri ini?

Mungkin! Bisa jadi akan seperti ini jadinya.

1965

Setelah jenderal-jenderal kanan dihabisi. Maka sasaran berikutnya tentu saja Bung Karno. D.N. Aidit ogah jadi bayang-bayang terus. Ia sudah tak sabar ingin tampil didepan dan jadi presiden. Itulah tujuan utama gerakan. Mengambil alih kekuasaan!

Bung Hatta, Mohamad Natsir dan sederet tokoh nasional yang selama ini berseberangan dengan komunisme dihabisi. Jadi tahanan politik di Sukamiskin.

Para ulama, agamawan, pendeta, biksu, ustadz dan segala yang berhubungan dengan agama dihabisi pula. Termasuk juga kitab suci Al-Qur’an, Injil, Tripitaka, Weda, dan buku-buku keagamaan dibakar. Prinsip dasar komunis: “Agama adalah candu!”

NU, Muhammadiyah, PGI dan ormas keagamaan lainnya dibubarkan. Asetnya dirampas termasuk masjid, musholla, gereja, vihara dan lain-lain.

Seluruh partai politik dibubarkan. Hanya boleh ada satu partai. The one and only PKI. HMI udah pasti abis.

Republik Indonesia berganti nama jadi Republik Rakyat Indonesia (RRI). Jakarta berganti nama jadi Musokarta, Surabaya jadi Semaunbaya.

1966

Kekacauan terjadi dimana-mana. Hiper inflasi. Ekonomi hancur! Perampasan tanah rakyat oleh pemerintah RRI terus terjadi. Negara-negara sekutu pimpinan Amerika Serikat yang anti komunis mulai bergerak.

Indonesia jadi ladang perang. Sama seperti yang terjadi di Vietnam dan Semenanjung Korea. Perang antara blok Sekutu VS Blok Komunis.

Amerika Serikat masuk ke Sulawesi dan Kalimantan melalui pangkalan militernya di Filipina. Belanda menggerakkan kekuatannya di Papua dan Maluku. Australia bergerak menuju kepulauan Nusa Tenggara. Inggris menuju Sumatera lewat Malaysia dan Singapura. Portugal tetap bercokol di Timor Leste.

Sementara itu, pasukan dari Uni Soviet dan Tiongkok telah mendarat di Teluk Musokarta.

Perang besar berlangsung lama. Nyawa rakyat sudah tidak berarti.

1970

Sumatera, Kalimantan dan sebagian Sulawesi dikuasai Amerika Serikat dan Inggris. Tercipta negara baru bernama United States of Indonesia (USI). Berbentuk federal seperti USA. Kekuatan Islam tidak berdaya. Antek sekutu lebih dominan.

Maluku dan Papua tetap dipertahankan Belanda. Belum merdeka dan diberi nama Pasific Netherlands. Australia bercokol di sebagian Nusa Tenggara. Timor Leste tetap jadi provinsi terjauh Portugal.

Negara Komunis RRI hanya mampu mempertahankan Jawa, Bali, Madura dan sebagian Nusa Tenggara. Sekutu tidak bisa menembus masuk Teluk Musokarta.

Perang dingin dimulai. D.N. Aidit terus menancapkan komunisme di daerah kekuasaannya. Bayi yang baru lahir tidak boleh diberi nama berbau agama. Tak ada lagi adzan berkumandang dan peringatan hari raya keagamaan. Masjid dan gereja sudah berubah fungsi jadi museum dan barak tentara.

1980

Musokarta dipenuhi patung-patung besar tokoh komunis. Ada Karl Marx, Stalin, Lenin, Mao Zedong, Kim Il Sung dan tentu saja D.N. Aidit.

Seorang pemuda bernama Iwan ditangkap karena menyelundupkan kaset-kaset band asal Amerika dan Eropa Barat. Gak ada ceritanya itu The Beatles, Rolling Stones, Madonna atau Amy Search dan Salim Iklim.

1990

Ribuan mahasiswa turun ke jalan, menuntut kebebasan terinspirasi runtuhnya Tembok Berlin, Jerman Timur dan Uni Soviet. Tetapi mereka habis rata dengan tanah digilas tank di Lapangan Merah Sneevliet

2003

D.N. Aidit meninggal di usia 70 tahun akibat radang paru-paru kronis di rumah sakit Havana Kuba. Upacara penyambutan jenazah dan pemakaman digelar besar-besaran. Jutaan rakyat dikerahkan. Berdiri di pinggir jalan dari Bandara Karl Marx hingga Taman Nasional Soebandrio Pondokgede.

Wakil D.N. Aidit di PKI, Nyoto naik menjadi presiden. Proyek kerjasama dengan Korea Utara, yaitu senjata nuklir terus dikebut.

Sementara itu negara tetangga, Republik Indonesia Barat terus menjelma menjadi negara maju ala barat yang liberalis kapitalistik. Ibukota negara di Pulau Singapura. Nilai-nilai agama terpinggirkan juga.

2012

RRI terus menjadi negara tertutup yang seolah-olah berdiri sendiri. Makin sulit disentuh negara luar.

Republik Indonesia Barat sukses menginvasi dunia internasional dengan Indonesian Wave.

Lusinan boyband dan girlband merajai panggung dunia. Boyband Smesh jadi nomor satu di tangga Billboard. Drama Kumenangis diputar di HBO. Tapi ya itu dia. Sisi spiritualitas makin kering. Banyak artis bunuh diri karena jauh dari agama.

2018

Muncul drama fenomenal di Republik Indonesia Barat berjudul, “Mendarat di Hatimu”, berkisah tentang cewek cantik yang mengalami kecelakaan. Saat terjun payung di Kota Lampung Republik Indonesia Barat , parasutnya tertiup angin dan jatuh di Ujung Kulon, Republik Rakyat Indonesia.

Terjatuh di wilayah kekuasaan negara komunis, ia bertemu dengan Kapten Riko dan terjadilah kisah cinta terlarang kedua negara. So sweet #eh

###

Alhamdulillah ya Allah. Rencana komunis di 30 September 1965 berhasil digagalkan, sehingga hari ini, kami tetap bersatu dalam naungan NKRI dan bebas beribadah kepadaMu.

NikmatNya yang manakah yang kan kau dustakan?

 

Oleh: Enjang Anwar Sanusi

%d blogger menyukai ini: