fbpx

Jagalah Kesehatan! Saat Ini Sulit Cari Ruang Rawat Covid-19 di Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – DKI Jakarta mengambil langkah kembali memilih opsi PSBB dalam penanganan Pandemi Covid-19 sejak Senin (15/9/2020) kemarin, sementara itu daerah tetangga Kota Bekasi memilih opsi PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro).

Salah satu alasan Gubernur Anies Baswedan kembali mengambil langkah PSBB adalah karena over kapasitas rumahsakit rujukan Covid-19.

Bagaimana kabar kapasitas rumahsakit rujukan Covid-19 di Bekasi?

Tenaga medis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menyebutkan saat ini sangat sulit mencari ruang rawat Covid-19 di Jabodetabek.

“Mohon diingatkan kembali kepada para anggota keluarga agar tetap menjalankan protokol kesehatan di manapun beraktifitas, kondisi saat ini sangat sulit mencari ruang rawat Covid-19 di Jabodetabek, apalagi ruang ICU Covid, meskipun ruangan ditambah, SDM nya yang gak ada,” ungkap dokter yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada bekasimedia.com, Selasa (15/9/2020) kemarin.

Kemudian ia membandingkan dengan yang terjadi di Wuhan China pada saat awal Pandemi.

“Kalau di Wuhan SDM kesehatan bisa dikerahkan dari luar wilayah karantina, tapi di kita kan semua wilayah sudah terdampak. SDM terpakai di daerah masing-masing, SDM khusus untuk ruang ICU itu perlu belajar dulu, tidak bisa kursus singkat,” katanya.

Ia menyebutkan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, ruang rawat Covid-19, 5 lantai penuh semua. Kapasitas 80 tempat tidur penuh. Saat ini akan ditambah 2 lantai lagi dengan mengurangi rawat pasien non Covid-19.

Tentang GOR Bekasi yang akan disiapkan, ia menjelaskan itu untuk kasus ringan saja dan OTG (Orang Tanpa Gejala) yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah.

%d blogger menyukai ini: