fbpx

Dudi Iskandar: Foto Hasil DSLR VS Smartphone Beda Tipis*

BEKASIMEDIA.COM – “Kamera terbaik adalah kamera yang kita punya dan foto jelek adalah yang tersimpan di hard disk,” demikian kata fotografer Dudi Iskandar memotivasi peserta Pelatihan Fotografi yang digelar daring oleh Humas DPC PKS Kecamatan Bekasi Barat, Sabtu (1/7/2020) malam.

Dalam pelatihan yang tak hanya diikuti kader PKS ini, Dudi Iskandar juga mengawalinya dengan menampilkan beberapa foto yang secara kualitas kurang bagus. “Sebelum tahu foto bagus, kita perlu tahu foto jelek.”

Selanjutnya, ia menampilkan tentang perbedaan kamera DSLR dengan kamera telepon pintar atau smarthphone. Menurutnya saat ini sulit membedakan foto hasil DSLR dengan foto hasil smarthphone, dengat syarat; tidak dicetak terlalu besar, yang dipotret tidak bergerak terlalu cepat dan saat pemotretan cahaya mencukupi.

“Handphone saat ini sudah bagus teknologinya tinggal memaksimalkan. Perlu ilmu untuk bisa membuat foto bagus. Tapi tetap perlu ilmu ya!” ungkap penyuka foto hitam putih ini.
Ada banyak ilmu fotografi yang harus dipelajari seperti diafragma, kecepatan cahaya dan ISO, tetapi yang minimal dipelajari menurut Dudi Iskandar adalah tentang komposisi.

Foto yang baik itu harus memuat empat hal diantaranya:

1. Fokus, jelas, tidak goyang dan tajam
2. Tidak gelap atau terlalu terang
3. Foto yang mampu bercerita
4. Foto dengan komposisi bagus

Dudi Iskandar juga membagikan 8 tips dan trik dalam fotografi menggunakan smartphone, diantaranya:

  1. Lensa pastikan bersih. Kamera handphone belum ada pelindung lensa. Sebelum motret selalu bawa tisu atau kain lap kacamata. Pastikan lensa kamera hp selalu bersih.
  2. Kenali fitur pemotretan di smartphone. Brightness, exposure, white balance dan fitur lainnya.
  3. Pilih resolusi tinggi. Jangan dipakai fasilitas zoom ini zoom out, mending fotografernya maju mundur. Karena resolusi berkurang jika zoom in. masih mending crop hasil.
  4. Aturlah jarak ideal dengan objek. Pastikan dekat dengan objek yang akan dibidik.
  5. Pengaturan cahaya. Bidiklah objek pada cahaya yang cukup. Harus bisa baca situasi dan arah sinar matahari. Namun hal ini bisa dilanggar saat membuat foto siluet.
  6. Selalu perhatikan background.
  7. Mencoba berbagai sudut pemotretan. Cobalah mengambil foto dengan angle berbeda-beda.
  8. Perbaiki dengan software olah digital. Jika masih kurang puas dengan hasil fotonya. Sah-sah saja memperbaiki intensitas cahaya, warna, dan komposisi yang mungkin.

“Kamera hanya alat. Sebuah foto tercipta dengan pilihan posisi, pilihan komposisi dan pilihan saat yang tepat untuk menjepretkan rana.”

(eas)

%d blogger menyukai ini: