fbpx

Atasi Dampak Ekonomi Covid-19, DKM Masjid Al Muhajirin Kembangkan Budikdamber

budidaya ikan dalam ember

BEKASIMEDIA.COM – Dalam masa Pandemi Covid-19 ini banyak sekali dampak yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dampak terbesar yang dirasakan adalah di bidang ekonomi, banyak sekali masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Ada yang terkena PHK dan ada juga yang dirumahkan sementara.

Melihat kondisi tersebut DKM Masjid Al Muhajirin Perumahan Harapan Baru, Kelurahan Kota Baru Bekasi Barat melakukan kegiatan pelatihan dan berbagi ilmu budidaya ikan dalam ember atau yang sering dikenal dengan sebutan Budikdamber. Kegiatan ini bekerjasama dengan komunitas Trust Fish Bekasi Barat pada hari sabtu dan Minggu (30-31 Mei 2020).

Dalam kata sambutannya, ketua DKM Masjid Al Muhajirin H Ahmad Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah duniawi yang bisa dilakukan selain ibadah akhirat. “Dengan kegiatan ini menjadikan jamaah masjid menyebarkan keberkahan di dunia dalam hal pemenuhan pangan sehingga timbulnya ketahanan pangan di jamaah masjid. Tujuan besar kegiatan ini yaitu swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan mandiri menghadapi pandemi bencana Covid-19. Selain sebagai ketahanan masyarakat budidaya ini bisa mengurangi tingkat stres bagi masyarakat akibat masa PSBB yang mempersempit ruang lingkup pergerakan. Budikdamber ini menggunakan ikan lele sebagai bibit ikan dan tanaman kangkung,” ungkap H. Ahmad Hidayat.

Dalam paparannya pemateri dari Trust Fish Pujo Widiatno selaku penghobby lele mengatakan budikdamber ini sangatlah cocok dimasa pandemi corona, masyarakat hanya membutuhkan lahan kecil dan modal yang tidak besar untuk pemenuhan pangan keluarga. Dibutuhkan ketekunan yang kuat dalam menjalani budidaya tersebut, yang nantinya pembudidaya akan belajar mengelola air, pemberian pakan ikan dan perawatan tumbuhan.

Pemateri selanjutnya Yulan Ibnu Mulkam memberikan informasi teknis langkah demi langkah budikdamber. Bahan- bahan yang perlu disiapkan yaitu ember ukuran 80 liter, gelas plastik dan arang kayu sebagai media tanaman, batang kangkung yang dipotong 8- 10 cm dari akar atau bisa dengan bibit bijinya, serta cairan probiotik mikroorganisme.
“Diperlukan ketelatenan dan kesabaran dalam hal budidaya ini terutama dalam memberikan pakan lele,” papar Yulan menjelaskan titik krusial budidaya lele dalam ember.

Sebagai penutup, Dewan Pembina Masjid, H Daulay mengatakan kegiatan ini sebagai cikal bakal kebangkitan masjid yang membangkitkan gairah ekonomian umat. Pemanfaatan lahan masjid bisa dilakukan dan hasilnya untuk membiayai kebutuhan harian masjid. Kegiatan ini diikuti puluhan jamaah masjid Al Muhajirin dan direncakan akan dilakukan berkesinambungan.
(Fauzi Shidiqi)

%d blogger menyukai ini: