fbpx

Ketahanan Pangan Terancam, Mardani Ali Sera: Kader PKS Harus Peduli Tetangga

BEKASIMEDIA.COM – Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi lambat laun juga mempengaruhi sektor perekonomian dan bahkan dapat berkembang menjadi krisis sosial. Kondisi ini harus segera disikapi oleh para kader PKS dengan menerapkan tiga prinsip dalam berislam.

Hal itu disampaikan oleh Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng., dalam Kajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh DPC PKS Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2020).

“Corona ini mampu mengubah tatanan negara, dalam kurun waktu dua bulan bisa membuat lockdown. Sebelumnya, Corona menyebabkan krisis kesehatan tapi belakangan merambah ke ekonomi dan bisa berkembang ke krisis sosial,” ujar politisi senior PKS itu.

Bahkan, kata Mardani, Komisi IV DPR RI setelah berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian menyatakan daya tahan pangan nasional hanya sampai bulan Juni. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada kader PKS agar menjaga ketahanan pangan.

Ustadz Mardani Ali Sera yang pernah mempopulerkan hestek #GantiPresiden di jagat sosial media juga menjelaskan bahwa Tiga Prinsip dalam Islam diantaranya Islam adalah Dienul Rahmah, Islam adalah agama rahmat atau kasih sayang. Oleh itu kader PKS Kader harus menampilkan jiwa kepedulian terhadap tetangga, guru, murid, dan lingkungan terdekat di saat COVID-19 ini.

“Tidak ada tetangga yang kelaparan kecuali kita tahu, tidak ada murid yang sakit kecuali kita tahu. Kita coba hadirkan solusi untuk mengatasi persoalan yang ada,” ujar Mardani yang juga anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Ustadz Mardani menyebutkan beberapa kader PKS yang mempunyai solusi yang baik dalam mengatasi persoalan di masyarakat akibat COVID-19. Sebagai contoh, Ustadz Muhammad Harits, anggota DPRD Salatiga membuat aturan agar warga tetap diperbolehkan berjualan takjil.

“Ada satu ruas jalan yang dibebaskan untuk berjualan takjil tapi ada social distancing di antara pedagang dan juga antrian pembeli. Protokol Covid juga dijalankan,” kata Ustadz Mardani dalam kajian yang bertema “Membangun Kebersamaan untuk Mengatasi Persoalan-persoalan Bangsa” itu.

Selain itu, Mardani juga menambahkan, aplikasi dari Dienul Rahmah juga ditunjukkan oleh pengurus Masjid Jogokariyan yang menghabiskan saldo masjid untuk membantu jemaah di sekitar masjid.

Kedua, tunjukkan bahwa Islam itu Dienul ‘Ilmiy. Kader dapat memberikan edukasi mengenai Covid-19 kepada masyarakat berdasarkan ilmu yang sahih.
“Cari ilmu dan sampaikan dengan adab bagaimana mengedukasi publik mengenai Corona dan usulkan kepada pemerintah daerah bahkan sampai tingkat RT/RW bagaimana menjaga lingkungan dan mencegah penyebaran COVID-19,” tandasnya.

Yang ketiga, adalah Islam sebagai Dienul ‘Amaly. Islam adalah perbuatan, kader PKS harus dapat berkontribusi secara nyata di lingkungannya.
“Di Jawa Tengah viral ketika sekelompok kader PKS menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan dauroh janaiz untuk pasien Covid-19. Dan mereka betul-betul menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan protocol Covid-19. Ini adalah bukti dari amal, amal, dan amal,” ungkap politisi senior PKS itu. (***)

Image by: Google

%d blogger menyukai ini: