fbpx

Cara Unik RT di Mustikajaya Hadapi Dampak Ekonomi Covid-19

BEKASIMEDIA.COM – Dampak ekonomi dan sosial makin dirasakan warga Kota Bekasi sejak Covid-19 mewabah. Terlebih pasca diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Makin banyak warga yang dirumahkan dan penghasilannya berkurang.

Sementara itu, bantuan yang diberikan pemerintah juga tidak merata dan mencukupi semua kebutuhan warga. Kondisi ini melahirkan kreativitas warga. Salah satunya yang dilakukan Pengurus RT 07/06 Perumahan Grand Permata Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi.

Ketua RT menghidupkan kembali tradisi Jumputan. Tradisi ini adalah tradisi lama yang sudah ada di bumi Nusantara. Dimana masing-masing rumah menyediakan tempat untuk menaruh beras. Kemudian pemilik rumah menyisihkan beras sejumput saat memasak nasi. Beras yang sudah ditaruh di tempat jumputan itu akan diambil oleh relawan dan dikumpulkan pihak panitia. Hasilnya kemudian digunakan untuk kebutuhan bersama seperti kas lingkungan atau untuk pembangunan fasilitas lingkungan.

Tradisi ini dihidupkan kembali di RT 07/06 Perumahan Grand Permata Mustikajaya, bedanya adalah yang ditaruh bukan beras tetapi uang sebesar 2 ribu rupiah perhari.

“Setiap hari, warga diminta meletakan uang sebesar dua ribu rupiah. Uang itu akan diambil oleh ibu-ibu dasawisma dan anak-anak remaja secara bergantian,” kata Ketua RT 07/06 Perumahan Gran Permata Mustikajaya Erwyn Kurniawan kepada bekasimedia.com, Selasa (28/4/2020).

Program ini, lanjut Erwyn, digagas oleh ibu-ibu dan bertujuan untuk mengatasi dampak sosial Covid-19 selama bulan Ramadhan.

“Uang yang terkumpul dibelikan bahan makanan dan dimasak, lalu diberikan kepada warga yang terdampak,” lanjutnya.

Ketua RT yang juga penulis buku ini merasa senang dan bangga memiliki warga masyarakat yang memiliki rasa kepedulian. “Beruntungnya saya memiliki emak-emak yang cekatan dan rasa empati luar biasa. Terus kompak dan semangat ya. Nanti makan bakso lah,” pungkasnya. (eas)

%d blogger menyukai ini: