fbpx

Hari Pertama Pemberlakuan PSBB, Wali Kota Bekasi Tinjau 6 Lokasi

BEKASIMEDIA.COM – Merujuk pada kewenangan yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Perintah Gubernur Jawa Barat mengenai pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi hari ini Rabu, (15/4/2020) meninjau langsung 6 titik lokasi pemberlakuan PSBB .

Di antaranya, perbatasan kecamatan Pondokgede dengan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, perbatasan di Jalan raya Jatiwaringin, Pintu tol masuk Jatiasih yang mengarah ke Jakarta, perbatasan Jatisampurna ke Depok di Jalan Pondok Ranggon, perbatasan pintu keluar tol Jatiwarna dan terakhir di exit Tol Bekasi Barat.

Sebelumnya telah disepakati oleh Wali Kota Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota dan Dandim 0507 Bekasi terkait penentuan titik perbatasan yang ada di Kota Bekasi yang menjadi penempatan lokasi PSBB yakni ada sebanyak 32 titik di Kota Bekasi untuk 14 hari ke depan.

Wali Kota Bekasi mengatakan pemberlakuan PSBB, penjagaan di perbatasan dibantu oleh anggota TNI-Polri, Satpol PP, Dishub dan tidak menutup kemungkinan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memonitoring wilayah yang telah ditentukan.

Menurutnya, dalam 2 hari ke depan akan dilakukan imbauan dan sosialiasi tentang PSBB, kemudian di hari ketiga akan diberikan peringatan, sementara di hari keempat dan kelima akan dicatat domisilinya dan mulai untuk memberlakukan aturan sesuai UU Nomor 6 Tahun 2018 mengenai undang-undang yang mengatur tentang kekarantinaan kesehatan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayahnya.

“Kita akan terus sosialisasikan kepada masyarakat, bahwa PSBB ini merupakan langkah serius dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Bekasi,” ujar Rahmat Effendi.

Petugas di perbatasan, mengecek pengendara, penggunaan masker, pembatasan angkutan kota dan penumpang, motor yang diberlakukan 1 pengendara kecuali berboncengan dengan satu alamat yang sama yaitu keluarganya.

Selanjutnya mengecek frekuensi yang keluar dan masuk kota Bekasi, dan langkah terakhir dicek suhu tubuhnya. apabila suhu tubuh melebihi batas normal warga yang dari Jakarta maka dikembalikan ke Jakarta. Namun apabila yang dari Kota Bekasi maka disuruh putar balik untuk mengisolasi diri ataupun pergi ke Puskesmas, dan bukan hanya itu tapi dicatat untuk didata dan dipantau perkembanganannya.

“Imbauan ini juga dilakukan harus secara persuasif, diberi pengertian bahwa virus corona sangat berbahaya, dan kegiatan cek point ini dilakukan di 32 titik perbatasan dan dilakukan oleh satpol PP, dishub, pihak kepolisian, TNI dan dari medis” imbuhnya. (Nd/Humas)

%d blogger menyukai ini: