BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Apr 2020 12:08 WIB ·

Uu Ruzhanul Ulum : Pemrov Jabar tengah Pertimbangkan Bansos Covid19 untuk Guru Ngaji


 Uu Ruzhanul Ulum : Pemrov Jabar tengah Pertimbangkan Bansos Covid19 untuk Guru Ngaji Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempertimbangkan bantuan sosial covid19 bagi para ustadz dan guru ngaji. Hal ini ia sampaikan saat dihubungi bekasimedia.com, Jumat (10/4/2020).

“Jadi keinginan dari berbagai kelompok untuk memasukan ustadz, guru ngaji dan tukang ceramah menjadi penerima bantuan sosial covid19, sudah dibahas di Pemprov termasuk dengan Gubernur pada saat rapat Gugus Tugas covid,” kata Uu.

Uu pribadi menyatakan setuju saja karena dirinya juga berasal dari komunitas pesantren.

“Tetapi untuk keputusannya kami tetap harus menerima restu dari pemerintah pusat. Karena ada kriterianya. Kriterianya harus jelas dalam peraturan pemerintah. Jadi kalau kami keluarkan uang dan dana tidak sesuai dengan yang ada dalam konsiderans, nanti termasuknya korupsi dan masuk unsur pidana,” ujarnya.

Jadi ia meminta semua pihak menunggu putusan resmi terlebih dahulu sambil meneruskan kegiatan pendataan tahap kedua.

“Jadi tunggu dulu, tapi sekalipun belum ada, untuk pendataan kenapa tidak?
Karena pendataan yang sekarang ini akan ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan pada tanggal 16 nanti. Tetapi tidak sampai di situ. Artinya jika masih ada yang masuk kriteria, jangan ditolak, buat tahap selanjutnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Uu meminta kepada RT RW, untuk tetap menerima data jadi ketika pihak provinsi meminta data tersebut sudah siap.

“Mereka yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang tidak dapat kartu miskin, kartu sembako, PKH dan lain-lain,” tukasnya.

Sebelumnya politisi PKB kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyatakan guru honorer dan guru ngaji harus dimasukkan skema Savety Net karena menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak covid-19.

“Seperti diketahui yang terdampak covid19 itu profesi mereka yang berpenghasilan harian, seperti pedagang keliling, ojek online, pedagang kecil UKM, karyawan yang dirumahkan, pegawai yang tidak dibayar (unpaid) dan guru honorer, yang juga terdampak akibat berhentinya aktivitas belajar mengajar,” kata Ushtuchri saat dihubungi Bekasimedia, Jumat (10/4/2020). (denis)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru