fbpx

Uu Ruzhanul Ulum : Pemrov Jabar tengah Pertimbangkan Bansos Covid19 untuk Guru Ngaji

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempertimbangkan bantuan sosial covid19 bagi para ustadz dan guru ngaji. Hal ini ia sampaikan saat dihubungi bekasimedia.com, Jumat (10/4/2020).

“Jadi keinginan dari berbagai kelompok untuk memasukan ustadz, guru ngaji dan tukang ceramah menjadi penerima bantuan sosial covid19, sudah dibahas di Pemprov termasuk dengan Gubernur pada saat rapat Gugus Tugas covid,” kata Uu.

Uu pribadi menyatakan setuju saja karena dirinya juga berasal dari komunitas pesantren.

“Tetapi untuk keputusannya kami tetap harus menerima restu dari pemerintah pusat. Karena ada kriterianya. Kriterianya harus jelas dalam peraturan pemerintah. Jadi kalau kami keluarkan uang dan dana tidak sesuai dengan yang ada dalam konsiderans, nanti termasuknya korupsi dan masuk unsur pidana,” ujarnya.

Jadi ia meminta semua pihak menunggu putusan resmi terlebih dahulu sambil meneruskan kegiatan pendataan tahap kedua.

“Jadi tunggu dulu, tapi sekalipun belum ada, untuk pendataan kenapa tidak?
Karena pendataan yang sekarang ini akan ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan pada tanggal 16 nanti. Tetapi tidak sampai di situ. Artinya jika masih ada yang masuk kriteria, jangan ditolak, buat tahap selanjutnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Uu meminta kepada RT RW, untuk tetap menerima data jadi ketika pihak provinsi meminta data tersebut sudah siap.

“Mereka yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang tidak dapat kartu miskin, kartu sembako, PKH dan lain-lain,” tukasnya.

Sebelumnya politisi PKB kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyatakan guru honorer dan guru ngaji harus dimasukkan skema Savety Net karena menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak covid-19.

“Seperti diketahui yang terdampak covid19 itu profesi mereka yang berpenghasilan harian, seperti pedagang keliling, ojek online, pedagang kecil UKM, karyawan yang dirumahkan, pegawai yang tidak dibayar (unpaid) dan guru honorer, yang juga terdampak akibat berhentinya aktivitas belajar mengajar,” kata Ushtuchri saat dihubungi Bekasimedia, Jumat (10/4/2020). (denis)

%d blogger menyukai ini: