fbpx

KH Ahzami Samiun Jazuli Wafat Usai Jadi Imam Shalat Subuh

BEKASIMEDIA.COM – KH Ahzami Samiun Jazuli, ulama kelahiran Pati Jawa Tengah, 24 Juni 1962, wafat di Komplek Pesantren Yapidh Kampung Pedurenan Jatiluhur Jatiasih Kota Bekasi, Ahad 5 April 2020.

Hal ini disampaikan Ketua DPD PKS Kota Bekasi yang merupakan adik ipar almarhum, Heri Koswara kepada bekasimedia.com, Ahad (5/4/2020) pagi.

Heri Koswara mengatakan ulama ahli tafsir ini meninggal selesai menjadi imam Shalat Subuh.

“Selesai mengimami shalat subuh. Beliau muntah-muntah dan meninggal di rumahnya,” ujarnya.

Heri Koswara melanjutkan,
sudah dua pekan ini setiap shalat selalu qunut nazilah, “sampai shubuh tadi masih qunut nazilah juga dan tidak sepanjang seperti biasanya. Allahu Yarhamuhu.”

Dr. Ahzami Samiun Jazuli, Ahli Tafsir dari Pati

Beliau adalah sosok ustadz yang bertutur kata lembut, tapi tetap tegas. Tak pernah bosan memberi nasihat lewat cara yang jenaka. Itulah yang dikenal santri YAPIDH dari sosok Dr. Ahzami Samiun Jazuli.

Selain sebagai pengasuh Pondok Pesantren YAPIDH, beliau juga menjadi dosen di STIU Darul Hikmah dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beliau juga seorang ahli tafsir yang sudah menulis sejumlah buku, seperti Hijrah dalam Pandangan Al-Quran dan Kehidupan dalam Pandangan Al-Quran yang diterbitkan Gema Insani Press.

Lahir di Pati pada 24 Juni 1962 dan besar di kampung halamannya, beliau menyelesaikan pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas di Raudhatul Ulum Guyangan, Pati.

Dari Pati, beliau melanjutkan studinya ke Riyadh, Arab Saudi. Tepatnya di Universitas Islam Muhammad bin Saud jurusan Ulumul Quran beliau menimba ilmu hingga meraih gelar doktor.

Kini beliau telah dikaruniai 10 orang anak, 6 laki-laki dan 4 perempuan, juga 9 orang cucu.

“Ya ibadallah,” adalah kata yang sering diucapkan kepada murid-muridnya.

Selain itu, Heri Koswara mengimbau agar murid-murid almarhum mendoakan dan shalat ghaib dari rumah masing-masing.

Dari pihak keluarga juga menyampaikan maklumat proses pengurusan jenazah sebagai berikut:

1. Jenazah akan disemayamkan di Musholla Al Musyhur depan rumah duka, untuk di shalatkan, mulai jam 09.00

2. Shalat dilakukan secara bergelombang dengan jumlah Jamaah maksimal 25 orang dalam satu gelombang dan menjaga prinsip social distance

3. Jamaah dihimbau memakai masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer

4. Pemakaman menunggu putri dan orang tua Al marhum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: