fbpx

Gerakan #DiRumahAja Cegah Persebaran Covid-19 Harus Disikapi Positif (bagian 1)

Oleh: Kang Iman

Kemarin ada berita bahwa masa libur sekolah diperpanjang sampai dengan 14 April 2020, bahkan UN ditiadakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak datang ke tempat-tempat orang berkumpul (berkerumun) seperti hajatan nikah, seminar nongkrong di cafe-cafe dan lain-lain.

Pasar-pasar tradisional dan mall-mall tutup lebih awal, tempat-tempat hiburan juga ditutup, beberapa jalan-jalan protokol sepi, bahkan ditutup. Pemerintah sudah menyiapkan peraturan pemerintah untuk program isolasi wilayah, jadi orang yang berbeda kota diimbau tidak bepergian ke luar kota untuk sementara.

Akses transportasi darat, laut dan udara pun dibatasi. Angkutan umum terlihat sepi penumpang, tidak seperti biasanya yang penuh sesak berjubel.

Setiap dari kita mau tidak mau harus mulai mengubah kebiasaan hidup, salah satunya adalah kebiasaan hidup bersih. Ini menjadi hal yang sangat positif bagi kita, yang tidak terbiasa cuci tangan jadi terbiasa, yang tidak terbiasa berolah raga jadi terbiasa olah raga untuk menjaga stamina, yang tidak terbiasa diam di rumah, jadi terbiasa diam di rumah (dalam keadaan terpaksa).

Semua media sosial, dari detik ke detik, kita selalu menerima update-update yang membicarakan tentang virus Covid 19. Semua grup bicara tentang virus Covid 19. Pembicaraan pun topiknya berubah, selalu virus Covid 19. Seolah-olah virus Covid 19 menjadi topik pembuka untuk mulai bicara dengan orang-orang.

Wow, hal-hal di atas bisa membuat pola pikir dan pola rasa setiap orang berubah juga. Bisa stress dibuatnya apabila masing-masing individu tidak menyikapinya dengan baik.

Semoga kita terhindar dari stress yang akut, ya. Hidup harus terus berjalan walaupun harus diam di rumah. Masa depan kita tergantung bagaimana kita menyikapi situasi dan kondisi saat ini, apabila baik, maka masa depan akan lebih baik, tapi apabila buruk, maka masa depan jauh lebih buruk lagi.

bersambung…

Kang Iman Hypno Teaching
Klinik Terapi Keluarga Indonesia – Stress Relief Center (0822 4066 6891)

%d blogger menyukai ini: