fbpx

Imam Hambali Ajak Warga Perumahan Bersatu Tanggulangi Wabah Covid-19

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Imam Hambali mengajak warga masyarakat di cluster atau perumahan untuk segera bergotong royong melakukan penanggulangan wabah virus Corona Deseas 19.

“Saya mendorong karena pemerintah daerah juga punya keterbatasan terkait dengan masalah penyediaan kebutuhan untuk Covid-19 maka kami mendorong bahwa kita harus bergotong royong bergerak bersama dan semua elemen harus bersatu menanggulangi pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya kepada bekasimedia.com usai menemui Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supria Atmaja di rumah dinasnya, Senin, (23/3/2020).

Kepada warga masyarakat yang secara kemampuan punya daya sosial yang baik ia mengimbau agar melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat penanggulangan secara mandiri.

“Di beberapa tempat saya melihat seperti di Cikarang Baru ada Satgas penanggulangan Covid-19 secara mandiri di satu cluster. Disana mereka menyusun dan menyiapkan termasuk melakukan screening terkait dengan pihak-pihak yang keluar masuk di wilayah tersebut, seperti petugas kebersihan yang hendak mengambil sampah, tukang dagang keliling ataupun juga pembantu rumah tangga harian, kemudian juga ada security yang shift jadwal tugasnya, nah ini memang perlu dimonitor karena bagaimanapun penyebaran virus ini sangat cepat,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini layak diadopsi perumahan lainnya.

Pemerintah daerah juga, kata Imam Hambali, mesti melakukan dukungan dalam bentuk mensuplai secara stimulan, “tidak semuanya sih karena tidak akan bisa Pemkab Bekasi menyiapkan semuanya. Bukan masalah anggaran tetapi keterbatasan bahan, kalo kita punya duit tapi tidak bisa beli gimana? Tapi setidaknya mencoba dulu.”

Menurut Imam Hambali, hal ini penting supaya semua pihak bergotong royong bekerjasama membenahi penanggulangan penyebaran virus corona di Kabupaten Bekasi.

Adapun mekanismenya, Imam Hambali mengatakan sejauh yang ia pantau di beberapa perumahan adalah pertama, pastikan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) nya yang disepakati ditingkat warga yang mereka juga mengetahui secara medis, jangan mengarang tapi upayakan ada pihak medisnya disana.

Lalu buat aturan keluar masuk dan pastikan tokoh masyarakat nya juga di sosialisasikan dengan baik, jadi nanti dibuatkan jadwal per gang, monitoring, menghimbau, mengingatkan yang sifatnya menyadarkan bahwa mereka harus tetap dirumah.

“Melalukan proses social distancing, tidak keluar rumah kecuali dalam keadaan darurat dan sifatnya juga mengedukasi serta memastikan bahwa virus Corona ini tidak akan menyebar dalam waktu 14 hari kalau sudah aman mudah mudahan selesai semua.”

“Sikap yang kita ambil ini adalah untuk keselamatan warga tinggal bagaimana komunikasinya saja yang baik. Terkait zona yang sudah terpapar saya kira harus ada intervensi langsung dari pemerintah daerah secara intensif harus dilakukan disinfektan dan kita ketahui pemerintah pusat juga sedang melakukan proses identifikasi,”

“Saya untuk daerah daerah yang sudah zona parah seperti kecamatan Tambun Selatan harus lebih kuat mengontrol agar masyarakat tinggal di dalam rumah dan pengontrolan ini perlu dilakukan bersama sama dan jangan sendiri sendiri serta jangan mengandalkan pihal lain, ini rumah kita, kita yang terkena, dan kita semua yang bersama sama turut menanggulanginya,” pungkasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: