fbpx

Sambut Baik Rapid Test Massal Corona, DPRD: Harus Ada Aturan Teknis yang Ketat

ilustrasi rapid test massal corona si Korea Selatan (istimewa/liputan6)

BEKASIMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan Rapid Test Massal Corona (Covid-19). Namun DPRD mengingatkan, harus ada pengaturan teknis yang sangat ketat dalam pelaksanaannya.

“Jangan di satu titik yang menimbulkan kerumunan, atau bahkan antrean dan kemacetan jadi mengundang kerawanan penularan,” ujar Ushtuchri saat dihubungi, Ahad (22/3/2020).

Kedua, kata Ushtuchri, pihak terkait sudah harus menyampaikan terkait peta penyebaran. “Kita minta diprioritaskan daerah-daerah yang memang rawan dan seterusnya minta pemerataan tes untuk pencegahan,” jelasnya.

Ustuchri mengatakan, sudah banyak contoh baik yang bisa diadaptasi di tanah air misalnya cara yang dilakukan pemerintah Korea Selatan.

“Contoh yang baik sebetulnya seperti di Korea Selatan, menggunakan bilik dengan bahan material tertentu jadi Interaksi antara orang yang dites dan yang mengetes tidak secara langsung,” jelasnya.

Selanjutnya, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap tes massal ini menyadarkan masyarakat bahwa pandemi ini tidak main-main dan bukan hanya wacana yang beredar di dunia maya.

“Kita semua lah yang menentukan apakah pandemi ini berhenti sehingga kita terhindar dari tindakan drastis yang dibayangkan, seperti lockdown. Kita berharap masuk ke bulan Sya’ban dan Ramadhan dalam keadaan sehat lahir batin. Oleh karenanya perlu sosialisasi, perlu jaga jarak,” ujarnya.

Sosialisasi dengan bahasa yang dipahami dan dilakukan secara menyeluruh hingga ke masyarakat pelosok diharapkan dapat memutus rantai persebaran pandemi.

“Kita harap Pemkot bekasi ketemu formulanya. Sosialisasi hingga ke pelosok. Karena masih ada masyarakat yang salah paham dan kurang aware terhadap covid-19. Hal-hal operasional seperti pengaturan antrean juga definisikan kerumunan yang dimaksud itu seperti apa, dengan bahasa-bahasa yang sederhana dan dipahami, sehingga masyarakat paham dan aware,” pungkasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: