BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Mar 2020 09:54 WIB ·

Sambut Baik Rapid Test Massal Corona, DPRD: Harus Ada Aturan Teknis yang Ketat


 ilustrasi rapid test massal corona si Korea Selatan (istimewa/liputan6) Perbesar

ilustrasi rapid test massal corona si Korea Selatan (istimewa/liputan6)

BEKASIMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan Rapid Test Massal Corona (Covid-19). Namun DPRD mengingatkan, harus ada pengaturan teknis yang sangat ketat dalam pelaksanaannya.

“Jangan di satu titik yang menimbulkan kerumunan, atau bahkan antrean dan kemacetan jadi mengundang kerawanan penularan,” ujar Ushtuchri saat dihubungi, Ahad (22/3/2020).

Kedua, kata Ushtuchri, pihak terkait sudah harus menyampaikan terkait peta penyebaran. “Kita minta diprioritaskan daerah-daerah yang memang rawan dan seterusnya minta pemerataan tes untuk pencegahan,” jelasnya.

Ustuchri mengatakan, sudah banyak contoh baik yang bisa diadaptasi di tanah air misalnya cara yang dilakukan pemerintah Korea Selatan.

“Contoh yang baik sebetulnya seperti di Korea Selatan, menggunakan bilik dengan bahan material tertentu jadi Interaksi antara orang yang dites dan yang mengetes tidak secara langsung,” jelasnya.

Selanjutnya, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap tes massal ini menyadarkan masyarakat bahwa pandemi ini tidak main-main dan bukan hanya wacana yang beredar di dunia maya.

“Kita semua lah yang menentukan apakah pandemi ini berhenti sehingga kita terhindar dari tindakan drastis yang dibayangkan, seperti lockdown. Kita berharap masuk ke bulan Sya’ban dan Ramadhan dalam keadaan sehat lahir batin. Oleh karenanya perlu sosialisasi, perlu jaga jarak,” ujarnya.

Sosialisasi dengan bahasa yang dipahami dan dilakukan secara menyeluruh hingga ke masyarakat pelosok diharapkan dapat memutus rantai persebaran pandemi.

“Kita harap Pemkot bekasi ketemu formulanya. Sosialisasi hingga ke pelosok. Karena masih ada masyarakat yang salah paham dan kurang aware terhadap covid-19. Hal-hal operasional seperti pengaturan antrean juga definisikan kerumunan yang dimaksud itu seperti apa, dengan bahasa-bahasa yang sederhana dan dipahami, sehingga masyarakat paham dan aware,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru