fbpx

UN Bukan Parameter Kelulusan tapi Ukuran Keberhasilan Sistem Pembelajaran

ilustrasi (bingkai berita)

BEKASIMEDIA.COM – Anggota Komisi 4 DPRD dari Partai Amanat Nasional, Evi Mafriningsianti, menyatakan salah satu tolok ukur keberhasilan sistem pembelajaran adalah adanya ukuran, indikator-indikator, salah satunya melalui Ujian Nasional (UN).

“Tentu ini bukan penentu, tapi menjadi variabel penting untuk mengetahui sejauh mana siswa mengikuti proses belajar sekaligus umpan balik bagi guru atas perbaikan pelaksanaan belajar mengajar,” ujar Evi, saat dihubungi, Sabtu (14/3/2020).

Hasil belajar, kata Evi ditentukan oleh prosesnya yang mengedepankan berbagai pendekatan, baik secara keilmuan dan personal. “Misalnya mengajak anak untuk disiplin, pasti butuh pendekatan personal dan contoh mengajar ilmu matematika tentu juga butuh pendekatan agar anak tidak sekadar menghafal tapi juga memahami dan mengerti,” tambahnya.

Karena output sekolah tidak hanya EQ (kecerdasan emotional) tapi juga IQ (inteligensi) sehingga UN sebagai tolok ukur keberhasilan tetap diperlukan.

“UN tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan, tapi UN tetap penting menjadi salah satu indikator keberhasilan, jadi UN bukan parameter kelulusan anak melainkan tetap penting menjadi salah satu ukuran keberhasilan belajar anak,” tukas Evi. (denis)

%d blogger menyukai ini: