fbpx

Raker I JATMAN Bekasi, Rekonstruksi Organisasi hingga Ciptakan Pribadi Muslim Toleran dan Moderat

BEKASIMEDIA.COM – Rapat Kerja Perdana dan Silaturrahim Pengurus Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An Nahdhliyah (JATMAN) kota Bekasi berlangsung di gedung sekretariat PCNU kota Bekasi, Jalan Bambu Kuning, Rawalumbu, kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (1/3/2020).

Mudir JATMAN Kota Bekasi, H. Ahmad Sauki, S.Ag. menyatakan konstruksi organisasi JATMAN kota Bekasi diakuinya masih sangat lemah, itu sebabnya dibutuhkan fondasi organisasi yang kokoh untuk melakukan regenerasi selanjutnya.

“JATMAN kota Bekasi berdasarkan rekam jejaknya sudah lebih dari 15 tahun, akan tetapi konstruksi bangunan organisasinya masih sangat minim, karena pada periode sebelumnya pengurus belum mampu melakukan penguatan penguatan organisasi secara ideal sehingga tidak adanya proses regenerasi,” ujarnya kepada bekasimedia.com.

Oleh karena itu, seluruh kepengurusan awal yang telah fakum harus membangun kembali fondasi organisasi yang kokoh yang mampu meneruskan kepada kepengurusan selanjutnya dalam target setahun kedepan merekonstruksi kepengurusan organisasi yang ideal.

Adapun tahapannya, dalam 3 bulan pertama ini akan membentuk restrukturisasi gusniyyah JATMAN kepengurusan di tingkat kecamatan karena memang belum ada sama sekali kepengurusan di level kecamatan

Sementara itu, target-target pengembangan ke depan menurut Syauqi adalah bagaimana melahirkan individu individu muslim yang toleran, moderat hingga menjadi figur penyebar kedamaian.

“Sesuai dengan tradisi thoriqoh dalam rangka penataan suasana batin maka tentunya target target yang akan dikembangkan di masa yang akan datang sesuai dengan tradisi thoriqoh itu sendiri, yaitu bagaimana menciptakan individu individu muslim yang toleran, moderat serta menjadi figur figur penyebar kedamaian,” sambungnya.

Menurutnya sesuai dengan tujuan umum diberlakukannya syariat Islam itu menciptakan rahmatan lil’alamin artinya individu individu JATMAN ini harus memberikan rahmat bagi lingkungan sekitarnya

“Memang kaum Nahdliyin sendiri belum begitu familiar dengan keberadaan JATMAN ini, tetapi dengan keberadaan figur mursyid JATMAN di tingkat nasional yaitu Habib Luthfi tentunya mereka sangat paham,” imbuhnya.

Secara nama mereka paham namun secara praktik di masyarakat mereka masih sangat awam. Karena itu keberadaan JATMAN ditanggapi positif oleh pengamat thoriqoh yang ada di kota Bekasi.

“Sebetulnya thoriqoh itu sebuah tradisi yang berkembang di masyarakat, makanya yang contoh yang paling simple di masyarakat kampung kampung ini adalah tradisi tahlilan, atau juga rotibul haddad yaitu dengan melakukan riyadhoh riyadhoh, wiridan wiridan sehingga terciptanya suasana bathin yang damai. Dan tradisi ini akan terus dikembangkan oleh JATMAN,” pungkasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: