BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 26 Feb 2020 23:21 WIB ·

Mohamad Nuh: Butuh Keberanian Bupati Salurkan CSR Kawasan Industri untuk Normalisasi Sungai


 Mohamad Nuh: Butuh Keberanian Bupati Salurkan CSR Kawasan Industri untuk Normalisasi Sungai Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh meninjau langsung masyarakat terdampak banjir di Perumahan Graha Prima, Blok A kelurahan Mangunjaya, kecamatan Tambun Selatan, Rabu, (26/2/2020) sore.

Dalam kunjungannya, Mohamad Nuh menyatakan, normalisasi sungai memang menjadi ‘PR’ bagi pemerintah Kabupaten Bekasi. Program normalisasi sungai ia akui pernah dilakukan saat bupati Sa’aduddin menjabat dahulu. Namun tidak berarti membandingkan keduanya, hanya saja ia melihat PAD saat itu cukup besar dibandingkan sekarang.

“Di periode yang lalu memang Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar dari beberapa tempat, mungkin sekarang agak terbatas. Kenapa terbatas? saya melihat dari kreatifitas dinas untuk menjemput PAD,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu (26/2/2020)

Politisi senior PKS ini mengusulkan harus ada langkah-langkah kreatif, contohnya adalah dengan memaksimalkan penggunaan dana CSR. Menimbang di kabupaten Bekasi sendiri ada sekitar 6000 perusahaan.

“Misalkan di tahun pertama kita fokuskan untuk normalisasi sungai, misalkan sebuah perusahaan CSR-nya sebesar 1 juta rupiah dan dikalikan dengan jumlah perusahaan yang ada, 6000 perusahaan, berarti perbulan ada dana CSR sebesar 6 miliyar, kemudian dibagi per-desa, anggap saja ada 200 desa, maka perbulan alokasi CSR 300 juta/desa, selesai gak urusan? selesai,” sambungnya.

Jadi persoalan utama, kata Nuh adalah agar CSR ini disalurkan untuk kepentingan publik dan ini membutuhkan keberanian dan ketegasan bupati untuk membuat Perda, supaya kawasan industri yang ada CSR-nya disalurkan tepat guna.

Namun di sisi lain, ada kewenangan pusat, karena perusahaan/pabriknya di sini, sementara kantornya ada di Jakarta. Kata M. Nuh, hal tersebut masih bisa didiskusikan.

“Okelah kantornya ada di Jakarta tapi asapnya ada di Bekasi, oleh karenanya bagi habis saja kepada desa yang ada. Dengan begini desa akan membangun bahkan boleh dibilang APBD akan nganggur tuh tidak terpakai, sementara APBD kita gunakan untuk pengembangan yang lebih besar,” sambungnya.

M. Nuh berkata pihaknya sudah berdiskusi dengan Bupati untuk mengejar dana dari pusat guna normalisasi sungai. Dalam diskusi ditegaskan ini sebagai upaya tanggap bencana maka beberapa kementerian perhatian kepada Bekasi, maka sejumlah anggarannya akan difokuskan untuk mengatasi banjir Bekasi.

“Bantuan dana pusat 4.4 triliun rupiah itu judulnya untuk Bekasi, dan saya sudah bilang ke Bupati tolong kejar itu dan saya sebagai anggota dewan siap membantu mengejar dana itu, paling tidak bagi dua deh kota dan kabupaten, kata dia,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru