fbpx

Dikritik Karena Sidak Meikarta, Ini Jawaban Budiyanto

BEKASIMEDIA.COM – Publik Kabupaten Bekasi dan nasional dikejutkan dengan Proyek Meikarta, kali ini bukan tentang kasus suap tetapi terkait maraknya penggunaan Tenaga Kerja Asing asal China. Hal ini terungkap setelah Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto bersama pihak terkait melakukan sidak ke Meikarta pada 11 Februari 2020 lalu.

Namun belakangan, Aksi Anggota Fraksi PKS tersebut dipermasalahkan koleganya sesama anggota dewan. Yang paling keras bersuara adalah dari Fraksi PDIP. Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Bekasi, Martina Ningsih, Budiyanto bekerja tidak sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Pak Budiyanto ini berbicara tidak sesuai dengan data. Apalagi, telah membuat kegaduhan dan membuat framing yang hoaks,” kata Martina kepada wartawan, Rabu (19/2/2020). Bahkan ramai dibicarakan di kalangan dewan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari PDIP, Soleman ingin mengambil langkah dengan membawa Budiyanto ke Badan Kehormatan (BK).

BUDIYANTO MENJAWAB

Dalam sebuah wawancara dengan Radio lokal Bekasi, Kamis (20/2/2020), Budiyanto menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya dengan datang ke Meikarta adalah dalam rangka fungsi pengawasan dan meminta kejelasan atas masalah yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

“Kita sebagai warga bangsa dan saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang didalamnya melekat  satu fungsi pengawasan. Kebetulan project tersebut ada di kampung saya dan posisinya banyak dikhawatirkan warga. Terlihat secara kasat mata banyak sekali tenaga kerja asing yang bekerja kemudian berkeliaran di sekitar proyek. Dan itu memang sudah terjadi cukup lama dengan kurang pengawasan,” kata Budiyanto.

Terabit kritik yang disampaikan, menurutnya itu sah-sah saja. “Kritik sah-sah saja bagaimana saya sendiri bekerja juga sah-sah saja. Untungnya saya bukan bagian yang mengkritik tapi bagian dari yang bekerja. Jadi saya bekerja bukan atas dasar kepentingan pribadi, saya bekerja karena kepentingan konstitusi, kepentingan konstituen yang memang secara komunikasi dan kondisi-kondisi terkini saya harus merespon dengan cepat apa-apa yang terjadi di masyarakat. Walupun mungkin ada sebagian yang mengatakan ini diluar tupoksi, offside. Tapi soal Corona ini butuh penanganan cepat.”

Budiyanto menambahkan kepala dinas kesehatan juga hadir. “Kebetulan kepala dinas kesehatan juga sempat komunikasi dengan saya pada saat injury time. Kebetulan mereka ada di Meikarta. Saya hanya berpikir biasa saja. Tidak berpikir saya berlebihan atau mengangkangi yang lain, Bagaimana percepatan informasi terkait Virus Corona di Meikarta terklarifikasi dan tidak ada permasalahan yang bisa membuat masyarakat cemas.”

Terkait jumlah Tenaga Kerja Asing di Meikarta, Budiyanto mengatakan bahwa saat ini pihak-pihak terkait tidak bisa dengan jelas menunjukan seberapa banyak. “Ini jadi terbuka, pihak kontraktor sendiri tidak jelas mempekerjakan berapa TKA. Padahal kan investor dan investasi ini bukan barang baru di Bekasi. Sudah ada sejak tahun 90an.”

%d blogger menyukai ini: