fbpx

Zainul Miftah: Jika Tak Ingin Hilang Akarnya Kader Milenials Lebih Pas Pimpin Golkar

BEKASIMEDIA.COM – Menjelang musyawarah daerah (Musda) partai Golkar kota Bekasi April mendatang muncul berbagai pertanyaan dan spekuasi siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan partai paling senior di negeri ini khususnya di kota Bekasi.

Adalah H. Zainul Miftah yang berhasil redaksi hubungi untuk memberikan gambaran secara umum akan seperti apa wajah baru partai Golkar ke depan di bawah kendali anak-anak muda milenial nya sebagai tongkat estafet kepemimpinan yang lama dibawah Rahmat Effendi.

“Golkar kota Bekasi hari ini sudah sangat luar biasa, mengawal mulai dari kepemimpinan di DPD partai hingga menjadi orang nomor satu di kota Bekasi. Terkait tongkat estafet pergantian kepemimpinan Partai Golkar kota Bekasi menurut saya siapapun kadernya boleh boleh saja untuk tampil maju menjadi Ketua DPD Partai Golkar,” ujarnya kepada bekasimedia.com lewat sambungan telepon selulernya, Kamis, (30/1/2020)

Dirinya sendiri sebagai kader Partai Golkar mengaku akan lebih memprioritaskan bagi kader-kader milenial agar ke depan partai Golkar tidak sampai hilang hingga ke akarnya.
“Kita ketahui partai Golkar ini adalah partai yang sangat tua, sejuk, adem bahkan hangat, oleh karenanya kita juga tetap menjaga kebersamaan dengan mereka para kaum muda milenials,” sambungnya.

Kata Zainul, masyarakat tidak hanya didoktrin dengan azas manfaat. Namun jika jiwa kepemimpinan itu berfungsi di masyarakat maka sudah barang tentu ia akan menonjol.

“Saya rasa Golkar masih akan terus menonjol bagi masyarakat kota Bekasi kedepannya, walaupun sudah ada yang mencoba mengutak ngatik partai Golkar. Saya rasa Rahmat Effendi sebagai seorang senior saya sudah sangat luarbiasa memberikan arahan arahan,” sambungnya.

Menurut Zainul kaderisasi partai Golkar harus lebih solid dalam membangun sinergitas bersama pemerintah kota Bekasi dalam menuntaskan seluruh program program dan kebijakan yang pro kepada masyarakat.

Untuk itu perlu adanya pendekatan persuasif di internal kader muda milienials partai Golkar.

“Anak muda zaman sekarang atau yang sering kita sebut dengan generasi milenials jika kita tidak berikan arahan arahan yang baik maka akan berakibat fatal, misalnya mereka akan berkata “buat apa saya terjun di dunia politik? akan tetapi dengan adanya pendekatan persuasif untuk mengarahkan para kader muda kedepan bahwa ini adalah bagian dari kerja kerja kaderisasi politik partai Golkar,” imbuhnya.

Masing-masing kepemimpinan mempunyai target yang berbeda satu sama lainnya, akan tetapi, kata Zainul, pada prinsipnya Golkar lebih fokus merealisasikan azas manfaat yang ada di kota Bekasi.

“Misalnya dengan ketua DPD Partai Golkar kota Bekasi Rahmat Effendi saat ini, dengan adanya kapasitas program Kartu Sehat berbasis NIK, beliau memperjuangkan itu bagaimanapun rupanya bagi kesehatan masyarakat di kota Bekasi dan akhirnya hari berubah namanya menjadi LKM. Artinya masyarakat akan berfikir bahwa inilah kepemimpinan seorang Rahmat Effendi yang selalu memikirkan rakyat atau masyarakatnya dan tidak mementingkan urusan pribadinya,” jelasnya.

Dirinya berharap regenerasi ke depan bisa memberikan fasilitas kendaraan mobil ambulansnya di setiap wilayah kecamatan sekota Bekasi untuk menunjang program- program kesehatan yang ada serta lebih memudahkan transportasi jika ada masyarakat yang sakit. (denis)

%d blogger menyukai ini: