fbpx

Terendam Banjir Hampir 2 Meter, Alppind Jawa Barat Salurkan Bantuan Rumah Yatim dan Dhuafa Kedoya

BEKASIMEDIA.COM – Berlokasi di pusat Ibukota DKI Jakarta, diapit oleh perumahan mewah Grand Garden, Kedoya, Jakarta Barat, rumah mungil lagi sempit yang berada persis di pinggir bantaran kali ini juga terdampak banjir setinggi 1.5 meter dan menenggelamkan beberapa rumah di antaranya rumah ustadz Naufal yang nama aslinya Soen Keng Hook.

Ruang belajar yang terlihat kumuh dan hanya berukuran 3×3 meter digunakan untuk menampung 100 orang secara bergantian dengan pembagian 3 shift waktu saat anak-anak yatim dan dhuafa menghabiskan waktunya untuk belajar mengaji.

“Sangat prihatin rumah pinggir kali terendam 1.5 meter dan menjadi tempat berlajar bagi anak-anak yatim dan duafa secara gratis,” ujarnya.

Ketua Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (Alppind) Kota Bekasi, Laksmi Yantini menyatakan sangat terharu dengan keluhuran budinya. Seorang ustadz mualaf yang menghabiskan hidupnya bersama anak yatim dan dhuafa.

“Sungguh mulia ustadz Naufal yang mualaf ini rela mengorbankan dirinya berkiprah untuk membantu dan membina anak anak yatim dan dhuafa ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Laksmi ini kepada bekasimedia.com, Jum’at (10/1/2020)

Bunda Laksmi memberikan bantuan jutaan rupiah berupa barang-barang keperluan sehari-hari untuk tidur, mandi berupa kipas angin, bantal, dan selimut. Juga sembako seperti mie instan, beras dan minyak goreng.

Ustadz Naufal mengajar anak-anak yatim dan dhuafa dengan lemah lembut dan kasih sayang meskipun hanya di ruangan sempit dan sesak tanpa karpet.

Dengan kapasitas ruangan yang diisi 30 anak yatim dan dhuafa setiap harinya secara bergantian (3 shift) mereka diajarkan berbagai bacaan do’a dan mengaji Juz Amma bahkan diberikan edukasi apotek hidup tanaman herbal untuk kesehatan.

Lebih dari 100 anak yatim dan dhuafa di bawah pembinaannya hidup dan makan bersama ustadz Naufal serta belajar dengan gratis. Ada sekitar 20 anak yang menginap di bangunan rumah yang sudah tua dan darurat itu. “Inilah potret kemiskinan masyarakat kita,” sambungnya.

“Saya ucapkan rasa terima kasih untuk para donatur yang telah berkontribusi membantu dan anak anak disini sangat bergembira dengan sedikit bantuan ini dan kami tentunya banyak mendapatkan pelajaran berharga berkunjung di tempat ini,” pungkasnya. (denis)